Televisi pemerintah Iran mengklaim bahwa drone dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln pada Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Namun, Pentagon membantah klaim tersebut, menyatakan bahwa serangan itu tidak berhasil mengenai sasaran yang ditargetkan.
Konteks Serangan Drone
Garda Revolusi Islam Iran sebelumnya berpendapat bahwa mereka berhasil menyerang kapal induk milik AS, namun Pentagon menyebut bahwa 'rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran'.
Pernyataan ini memperburuk ketegangan yang telah berlangsung antara kedua negara, menambah kerumitan situasi regional.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan invasi darat, menegaskan, 'Jika hal itu terjadi, itu akan menjadi bencana bagi musuh negara'.
Dalam wawancaranya dengan NBC News, Araghchi menyatakan dengan tegas, 'Kami sedang menunggu mereka', menunjukkan kesiapan Iran terhadap potensi konflik.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Respon Amerika Serikat
Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat AS di Timur Tengah, memberikan keterangan soal situasi ini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menenggelamkan lebih dari 30 kapal Iran sejak ketegangan meningkat.
'Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama, dan serangan drone telah menurun 83 persen,' imbuh Cooper dalam konferensi pers.
Sejak tanggal 28 Februari, AS dan Israel telah melancarkan serangan yang berfokus untuk melemahkan kapasitas militer Iran.
Walau demikian, Iran tetap melanjutkan serangan balasan melalui drone dan rudal, menandakan bahwa situasi masih sangat dinamis.
Perkembangan Terkini di Kawasan
Menghadapi situasi yang semakin rumit, Iran merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke negara-negara lain di kawasan, menciptakan ketidakpastian yang lebih besar.
Intensitas serangan dari kedua belah pihak mengkhawatirkan banyak pihak terkait potensi eskalasi lebih lanjut dalam konflik ini.
Komunitas internasional secara ketat memantau setiap klaim dan langkah yang diambil, khawatir akan dampak besar dari konflik terhadap stabilitas di Timur Tengah.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: