Kamis, 05 MARET 2026 • 11:14 WIB

Menjaga Ketersediaan Energi Strategis di Tengah Gejolak Geopolitik

Author

Menjaga Ketersediaan Energi Strategis di Tengah Gejolak Geopolitik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia tetap terjaga. Hal ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang melibatkan perang antara Iran dan Israel.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Penutupan Selat Hormuz, jalur utama bagi peredaran minyak, telah menimbulkan kekhawatiran, namun Bahlil memastikan bahwa pemerintah memiliki langkah-langkah strategis untuk menjamin ketersediaan energi dalam negeri.

Dampak Penutupan Selat Hormuz dan Kesiapan Energi Indonesia

Selat Hormuz adalah jalur vital yang mengalirkan sekitar 20,1 juta barel minyak setiap harinya. Indonesia, yang mengimpor 19% dari total kebutuhan minyak nasional, memposisikan diri dengan cermat untuk menghadapi situasi ini.

Bahlil menyatakan, "Kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, Insya Allah aman." Ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menghadapi tantangan global.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Arahan Presiden untuk Pembangunan Fasilitas Penyimpanan

Dalam usaha meningkatkan ketahanan energi, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak. Bahlil mengungkapkan, "Saya udah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival."

Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap importasi minyak dari luar negeri, memastikan Indonesia lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan energi.

Strategi untuk Memperkuat Cadangan Energi Domestik

Pembangunan tangki penyimpanan minyak dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat cadangan energi domestik. Bahlil menegaskan bahwa investasi untuk proyek ini telah disiapkan dengan dukungan dari pihak investor.

"Kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya," ujar Bahlil, menunjukkan pentingnya proses pengolahan minyak mentah di kilang-kilang yang ada.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU