Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah peristiwa tragis yang mengguncang negara tersebut.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Pemakaman ini menarik perhatian internasional di tengah gejolak geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah.
Rincian Pemakaman Khamenei
Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, meninggal akibat serangan bersenjata pada Sabtu (28/2). Beliau dikenal sebagai sosok dengan pengaruh besar dalam politik internasional.
Pemerintah Iran telah memastikan bahwa jenazah Khamenei akan disemayamkan di dekat makam Imam Reza, lokasi yang sangat sakral bagi umat Syiah.
Menurut laporan dari kantor berita Fars, akan ada 'upacara perpisahan besar' yang direncanakan di Teheran sebelum proses pemakaman dilaksanakan.
Meski demikian, tanggal pasti pemakaman Khamenei belum diumumkan oleh pihak berwenang.
Situasi Keamanan Pasca-Kematian
Kematian Khamenei memunculkan ketidakpastian di tengah situasi keamanan nasional yang tegang. Serangan yang juga menghantam gedung majelis keagamaan di Qom membuat beberapa pihak was-was.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Seorang pejabat menyatakan bahwa pertemuan terakhir majelis agama mungkin akan ditunda untuk alasan keamanan setelah pemakaman Khamenei.
Sekarang, kekuasaan telah berpindah kepada dewan sementara yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga. Dewan ini diharapkan akan bertugas hingga pemilihan pemimpin baru oleh Majelis Pakar.
Krisis ini menciptakan tantangan bagi stabilitas politik dan mengharuskan Iran untuk mempertimbangkan langkah-langkah strategis ke depan.
Dampak Global dan Respon Internasional
Peristiwa kematian Khamenei telah memicu reaksi luas di dunia internasional. Banyak negara dengan cermat memantau situasi di Iran, mengingat implikasinya terhadap stabilitas di kawasan.
Kemewahan Mashhad sebagai kota suci menambah nilai spiritual pada pemakaman ini, dan jutaan umat Syiah di seluruh dunia diharapkan akan menunjukkan solidaritas.
'Kota ini menjadi salah satu tempat yang paling suci bagi umat Syiah di dunia,' ungkap seorang pengamat yang mengamati situasi ini.
Pemakaman ini lebih dari sekadar urusan internal, melainkan mencerminkan dinamika hubungan internasional, khususnya antara Iran dan negara-negara yang memiliki ketegangan dengan mereka.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: