Rabu, 04 MARET 2026 • 10:23 WIB

Badan Pengawas Nuklir PBB: Tidak Ada Bukti Iran Membangun Senjata Nuklir

Author

Badan Pengawas Nuklir PBB: Tidak Ada Bukti Iran Membangun Senjata Nuklir

Kepala Badan Pengawas Nuklir PBB mengungkapkan bahwa inspektur tidak menemukan tanda-tanda adanya program senjata nuklir yang terkoordinasi di Iran.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Pernyataan ini lahir setelah klaim dari Israel dan Amerika Serikat yang menuduh Iran sedang mengembangkan teknologi nuklir untuk tujuan militer.

Pernyataan Badan Energi Atom Internasional

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menjelaskan kepada NBC News bahwa belum ada identifikasi unsur-unsur program sistematis untuk produksi senjata nuklir di Iran.

Meskipun Iran telah memperkaya uranium hingga 60 persen, Grossi menegaskan bahwa hal ini melebihi kebutuhan energi sipil dan menimbulkan kekhawatiran tentang niat Iran.

Dia juga memperingatkan bahwa pengayaan pada tingkat tersebut mirip dengan ciri negara-negara yang memiliki senjata nuklir dan bisa menimbulkan pertanyaan serius.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Kekhawatiran Pengayaan Uranium

Pengayaan uranium menjadi perhatian penting, terutama dengan pernyataan Grossi bahwa 'sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material'.

Secara teori, bahan yang dimiliki Iran dapat cukup untuk memproduksi lebih dari sepuluh hulu ledak nuklir; namun, tidak ada bukti bahwa Iran mengembangkan bom nuklir.

Meskipun situasi ini memicu kekhawatiran, Grossi memastikan bahwa data yang ada tidak menunjukkan niat Iran untuk membangun senjata nuklir.

Konflik yang Berkaitan dengan Iran

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah serangan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa komandan militer.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan AS di kawasan, termasuk Qatar dan Arab Saudi, serta menyerang Israel.

Kelompok bersenjata yang didukung Iran, seperti Hizbullah, juga terlibat dalam serangan terhadap Israel, memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU