Selasa, 03 MARET 2026 • 10:17 WIB

Kewaspadaan Ditingkatkan, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Author

Kewaspadaan Ditingkatkan, Gunung Marapi Kembali Erupsi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat sekitar Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan setelah terjadinya erupsi pada Selasa, 3 Maret 2026.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Erupsi tersebut, meskipun tidak teramati tinggi kolom abu, menunjukkan perlunya perhatian serius terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik selanjutnya.

Aktivitas Vulkanik Gunung Marapi

Gunung Marapi saat ini berada pada Status Level II (Waspada), yang menandakan adanya aktivitas vulkanik yang perlu diperhatikan oleh penduduk setempat dan pendaki.

Pada pukul 02.19 WIB, erupsi yang terjadi tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 mm dan berlangsung selama satu menit 25 detik.

Walaupun tidak terjadi pengamatan terhadap tingginya kolom abu, kejadian ini menunjukkan bahwa masyarakat harus tetap waspada.

Badan Geologi terus memantau kondisi gunung berapi dan memberikan informasi terkini mengenai potensi bahaya yang mungkin timbul.

Rekomendasi bagi Masyarakat

Sebagai antisipasi, Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak memasuki radius 3 km dari kawasan aktif, khususnya di Kawah Verbeek.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Penduduk di sepanjang aliran sungai yang berasal dari Gunung Marapi juga diminta untuk mewaspadai potensi lahar dan banjir lahar, terutama saat hujan.

Penggunaan masker saat terjadi hujan abu juga disarankan untuk mencegah gangguan pernapasan.

Pihak Badan Geologi meminta masyarakat untuk menjaga ketertiban serta tidak memberikan informasi yang tidak jelas sumbernya.

Pemantauan dan Koordinasi

Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi, termasuk Kota Bukittinggi dan Kabupaten Tanah Datar, diharapkan berkoordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui website Badan Geologi, situs PVMBG, dan aplikasi Magma Indonesia.

Informasi terbaru juga tersedia di media sosial PVMBG, yang dapat menjadi sumber penting bagi warga yang ingin mengetahui kondisi terbaru vulkanik.

Diharapkan, dengan mengikuti arahan dari otoritas, risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik dapat diminimalisir.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU