Senin, 02 MARET 2026 • 12:56 WIB

Badai Matahari dan Gempa Bumi: Studi yang Memicu Perdebatan

Author

Badai Matahari dan Gempa Bumi: Studi yang Memicu Perdebatan

Sebuah studi baru mengklaim bahwa badai matahari dapat memiliki dampak terhadap terjadinya gempa bumi di Bumi, yang telah menjadi sorotan utama dalam komunitas ilmiah.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Penelitian ini mencatat kemungkinan perubahan di ionosfer yang dapat mempengaruhi stabilitas zona patahan yang rentan terhadap gempa.

Peran Ionosfer dalam Aktivitas Geologis

Dalam penelitiannya, dicatat bahwa badai matahari dapat mengganggu ionosfer, lapisan atmosfer yang mengandung partikel bermuatan listrik.

Gangguan ini diperkirakan dapat mempengaruhi stabilitas garis patahan, dimana gempa bumi biasanya terjadi.

Para peneliti percaya bahwa perubahan di ionosfer dapat menciptakan peningkatan gaya listrik di dalam kerak Bumi, suatu temuan yang jika terbukti, bisa mengubah paradigma ilmiah yang ada.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Kritik Terhadap Temuan Ini

Meski begitu, tidak semua kalangan ilmuwan setuju dengan temuan ini, dengan beberapa di antaranya menyatakan bahwa metodologi yang digunakan terlalu disederhanakan.

Victor Novikov, seorang geofisikawan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, mengungkapkan skeptisisme terhadap hasil penelitian tersebut, menyatakan bahwa pengamatan yang ada tidak mendukung ide yang dicetuskan.

Ia berpendapat bahwa model yang diterapkan tidak cukup merefleksikan kompleksitas geologi yang terjadi di lapisan batuan yang dapat menekan medan listrik.

Mencari Hubungan Antara Cuaca Antariksa dan Gempa Bumi

Studi ini juga berupaya menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara aktivitas letusan matahari dengan gempa bumi tertentu, termasuk gempa di Semenanjung Noto pada 2024.

Gempa tersebut terjadi bersamaan dengan aktivitas letusan matahari yang signifikan, memicu minat untuk menyelidiki lebih lanjut mengenai potensi hubungan ini.

Walaupun banyak ilmuwan meragukan validitas hubungan yang diusulkan, ada dorongan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi potensi koneksi antara cuaca antariksa dan fenomena geologi.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU