Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 22:08 WIB

Lonjakan Kasus Campak di Indonesia: Mengapa Kita Harus Waspada?

Author

Lonjakan Kasus Campak di Indonesia: Mengapa Kita Harus Waspada?

Kasus campak di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan, menarik perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dua kasus positif yang terdeteksi pada warga negara Australia dengan riwayat perjalanan dari Indonesia semakin memperkuat urgensi penanganan penyakit ini.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Penurunan cakupan vaksinasi campak secara global diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama meningkatnya kasus, jelas Prof Dr dr Anggraini Alam, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat.

Respons Pemerintah Terhadap Lonjakan Kasus

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan bahwa laju pertumbuhan kasus campak tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara di dunia. Untuk menghadapi situasi ini, pemerintah merumuskan langkah-langkah pencegahan yang lebih tegas.

Dengan semakin banyaknya kasus yang terdeteksi, pemerintah mengingatkan perlunya peningkatan skala vaksinasi. Prof Anggraini menyatakan bahwa cakupan vaksinasi campak harus dijaga agar tetap tinggi dan merata di seluruh daerah.

Dia menambahkan, "Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinasi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus."

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Ketidakmerataan Cakupan Vaksinasi

Prof Anggraini memperingatkan bahwa ketimpangan cakupan vaksin di daerah tertentu dapat memperburuk situasi. "Dia mintanya ayo 95 persen kamu semua itu harus kebal agar tidak ada campak," ujarnya, menegaskan pentingnya kolektivitas dalam mencapai kekebalan kelompok.

Masyarakat diharapkan untuk tidak mengabaikan pentingnya vaksinasi. Jika cakupan vaksinasi tidak mencukupi, kemungkinan munculnya kasus baru akan meningkat.

Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan bahwa perlunya evaluasi secara sistematis terhadap program vaksinasi yang ada agar dapat menjangkau semua lapisan masyarakat.

Bahaya Campak dan Komplikasinya

Ketua PP IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, menekankan bahaya serius yang bisa ditimbulkan oleh campak. Ia menyatakan, "Di saya sendiri, di tempat praktik banyak menemukan anak-anak campak ini dan rata-rata memang tidak diimunisasi."

Tanpa penanganan yang tepat, campak dapat menyebabkan berbagai komplikasi berbahaya seperti radang paru-paru, risiko radang otak, bahkan kebutaan. Dr Piprim menekankan, "Campak yang komplikasinya ternyata bisa jadi radang paru, radang otak, bahkan bisa buta dan penularannya jauh lebih tinggi daripada COVID-19."

Dengan adanya kasus COVID-19 yang ramai diperbincangkan, penting untuk tidak menganggap remeh penyakit campak. "Kita dengan COVID-19 saja heboh ya, tapi kenapa dengan campak masyarakat masih adem ayem," ungkapnya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU