Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:21 WIB

Bahaya Kesehatan Tersembunyi di Balik Es Buah dan Gorengan saat Buka Puasa

Author

Bahaya Kesehatan Tersembunyi di Balik Es Buah dan Gorengan saat Buka Puasa

Buka puasa menjadi momen yang dinanti oleh banyak orang, dengan es buah dan gorengan sebagai sajian yang populer. Namun, keputusan untuk mengonsumsi makanan ini secara berlebihan perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kesehatan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Konsumsi es buah dan gorengan secara terus-menerus berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti obesitas dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk memahami komposisi makanan dan dampaknya.

Es Buah: Kesegaran yang Menyimpan Risiko

Es buah menjadi pilihan utama saat berbuka puasa, menawarkan variasi buah segar yang menarik. Namun, kualitas dan kebersihan bahan baku es buah sangat penting untuk diperhatikan.

Seringkali, es buah disajikan dengan tambahan sirup dan susu kental manis, yang dapat meningkatkan kadar gula. Konsumsi berlebihan dapat berisiko tinggi bagi penderita diabetes, mempengaruhi kadar glukosa darah.

Selain itu, buah yang tidak dicuci dengan baik dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Maka, pemilihan tempat dan kualitas es buah memiliki pengaruh signifikan terhadap keamanan konsumsinya.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Gorengan: Lezat Namun Berkalori Tinggi

Gorengan adalah makanan lain yang umum ditemukan saat berbuka puasa. Makanan ini memang lezat, namun biasanya mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi.

Proses penggorengan dapat meningkatkan jumlah kalori, yang berpotensi membahayakan kesehatan jantung. Menurut para ahli gizi, konsumsi gorengan secara rutin dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Di samping itu, mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan. Oleh karena itu, membatasi jumlah konsumsi makanan berkalori tinggi ini sangatlah penting.

Tips Sehat Saat Berbuka Puasa

Untuk menjadikan buka puasa lebih sehat, pompa pilihan makanan yang bergizi, seperti salad buah tanpa tambahan gula, atau memilih gorengan yang dipanggang. Memilih metode memasak yang lebih sehat dapat membantu pemeliharaan kesehatan.

Menjaga hidrasi tubuh dengan konsumsi air putih yang cukup juga sangat dianjurkan setelah berpuasa. Menghindari minuman manis dan berkafein adalah langkah yang tepat untuk mencegah dehidrasi.

Mengatur porsi makan menjadi hal yang tidak kalah penting. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dan menyeimbangkan karbohidrat, protein, serta serat dapat membantu menjaga daya cerna serta kadar energi tubuh.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Aby

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU