Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mendapatkan perlindungan di lokasi aman menjelang serangan yang dilancarkan oleh Israel di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi waktu setempat.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Konfirmasi tersebut datang dari pejabat Iran yang menyatakan bahwa Khamenei tidak berada di ibukota saat insiden terjadi.
Rincian Serangan Israel
Serangan yang dilaksanakan oleh militer Israel menargetkan Direktorat Intelijen Garda Revolusi Iran serta beberapa lokasi strategis di kota Teheran.
Kejadian tersebut membuat ledakan terasa di seluruh pusat kota, meningkatkan kecemasan atas keselamatan pemimpin Iran.
Siaran media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran News Network (IRINN), mengonfirmasi bahwa serangan tersebut memang terjadi.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Tanggapan dan Konsekuensi bagi Iran
Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Iran menutup wilayah udaranya untuk mencegah adanya serangan tambahan.
Siaran dari IRINN terputus sebelum melanjutkan ke rekaman unjuk rasa pro-pemerintah yang menunjukkan dukungan terhadap Khamenei.
Khalil Khamenei, salah satu pendukung pemerintah, menekankan bahwa intervensi asing tidak akan menghancurkan koalisi masyarakat Iran.
Koordinasi Serangan dengan Amerika Serikat
Militer Israel mengklaim bahwa serangan ini adalah langkah awal untuk mengeliminasi ancaman terhadap keamanan negara mereka.
Warga Israel diberitahu untuk segera mendekati ruang perlindungan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi serangan balasan.
Beberapa laporan menunjukkan bahwa operasi ini telah dipersiapkan selama berbulan-bulan dan diawasi oleh pemerintah AS, mengingat ketegangan terbaru seputar program nuklir Iran.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: