Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Peningkatan Kehadiran Militer AS di Arab Saudi: Tanda-Tanda Ketegangan dengan Iran

Author

Peningkatan Kehadiran Militer AS di Arab Saudi: Tanda-Tanda Ketegangan dengan Iran

Citra satelit terbaru menunjukkan lonjakan jumlah pesawat militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, di tengah kekhawatiran yang meningkat terkait Iran.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Dalam waktu empat hari, jumlah pesawat yang terdeteksi meningkat secara mencolok, menandakan mobilisasi militer yang serius di daerah tersebut.

Pangkalan Udara Pangeran Sultan dan Mobilisasi Militer AS

Citra resolusi tinggi yang diambil pada 21 Februari menunjukkan setidaknya 43 pesawat militer di Pangkalan Udara Pangeran Sultan. Ini merupakan peningkatan signifikan dari 27 pesawat yang terdeteksi pada 17 Februari dan 38 pesawat pada 25 Februari.

Pangkalan ini telah menjadi basis vital bagi pasukan AS selama beberapa dekade, dan peningkatan jumlah pesawat mencerminkan ketegangan yang berkembang di kawasan tersebut.

William Goodhind, seorang analis citra forensik, mengungkapkan bahwa citra tersebut menunjukkan keberadaan 13 pesawat Boeing KC-135 Stratotanker dan enam pesawat Boeing E-3 Sentry.

Sampai saat ini, Pentagon belum memberikan pernyataan mengenai peningkatan tersebut, mengingat militer AS jarang mengomentari pergerakan pasukan mereka.

Dialog Diplomatik dan Ancaman Taktis

Oman telah berperan sebagai mediator antara AS dan Iran, dengan laporan bahwa ada kemajuan dalam negosiasi yang berlangsung pada hari Kamis. Namun, belum ada tanda-tanda terobosan jelas yang menunjukkan potensi untuk menghindari konflik.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyampaikan bahwa kedua pihak berencana untuk melanjutkan pembicaraan setelah melakukan konsultasi di ibu kota masing-masing, dengan diskusi teknis dijadwalkan di Wina.

Di sisi lain, Presiden Trump menekankan bahwa kesepakatan harus dicapai dalam waktu 10 hingga 15 hari ke depan, sekaligus mengingatkan tentang konsekuensi buruk yang mungkin terjadi jika tidak ada kesepakatan.

Dengan semua ini, ketidakpastian dan ketegangan terus meningkat di kawasan, menambah kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer.

Pandangan Terhadap Negosiasi dan Reaksi Trump

Trump mengungkapkan kekecewaannya atas hasil negosiasi yang telah berlangsung dengan Iran mengenai program nuklir, dengan menyatakan bahwa 'kadang-kadang Anda harus menggunakan kekuatan'.

Pernyataan ini, di tengah peningkatan kehadiran militer, menunjukkan bahwa opsi militer mungkin menjadi pertimbangan serius dalam situasi ini.

Setelah putaran negosiasi yang berakhir tanpa kesepakatan, kesabaran Trump tampaknya mulai menipis, meskipun keputusan akhir mengenai penggunaan kekuatan belum dibuat.

Trump juga menekankan bahwa Iran harus menyatakan bahwa mereka tidak memiliki senjata nuklir, menunjukkan ketidakpuasan terhadap dialog yang sedang berlangsung.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU