Kedutaan Besar Amerika Serikat mengeluarkan izin bagi staf non-esensial dan keluarga mereka untuk segera meninggalkan Israel dikarenakan situasi keamanan yang memburuk.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan terkait kemungkinan serangan militer AS terhadap Iran.
Pengumuman Kedutaan Besar AS
Pada 27 Februari 2026, Kedutaan Besar AS mengeluarkan pengumuman resmi menyatakan bahwa personal non-darurat dan anggota keluarga mereka dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan Israel.
Meskipun tidak merinci risiko keamanan yang dihadapi, pernyataan tersebut menyiratkan bahwa situasi di kawasan tersebut semakin memburuk.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Peningkatan Kehadiran Militer AS
Amerika Serikat telah memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir, yang berkaitan dengan negosiasi nuklir yang berlangsung di Jenewa.
Sebagai dukungan, AS mengirim enam pesawat pengisi bahan bakar ke Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv untuk meningkatkan kesiapan militer di kawasan tersebut.
Dampak Global dan Respons Negara Lain
Langkah ini juga diikuti oleh beberapa negara lain yang mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Iran dan menarik anggota keluarga staf diplomatik.
Kota-kota di Timur Tengah kini menghadapi peningkatan ketegangan yang dapat mempengaruhi keselamatan warganya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: