Meksiko sedang berjuang dengan isu keamanan yang serius menjelang Piala Dunia 2026, menimbulkan kekhawatiran besar mengenai keselamatan di lokasi tuan rumah.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Berbagai aksi kekerasan baru-baru ini menjalar di hampir 20 wilayah, termasuk Guadalajara, yang ditunjuk sebagai salah satu kota tuan rumah.
Kekerasan yang Mengkhawatirkan
Kekerasan di Meksiko semakin meluas setelah kematian El Mencho, pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG). Kesulitan ini memicu gelombang reaksi dari anggota kartel, yang membuat situasi semakin tak terkendali.
Kota-kota, termasuk Guadalajara, menghadapi kerusuhan yang mengakibatkan pembakaran kendaraan, penutupan jalan, dan suara tembakan di tengah hari.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dampak pada Pertandingan Sepak Bola
Situasi yang tidak aman ini memaksa penundaan beberapa pertandingan domestik, di antaranya derby Liga MX antara Guadalajara dan Klub Amerika. Penutupan area yang dianggap berbahaya turut memengaruhi Liga MX dan divisi kedua.
Para penggemar merasakan dampak langsung dari situasi tersebut, karena mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan yang menjadi kegiatan utama.
Respon dari Pihak Berwenang
Dalam menghadapi situasi ini, pihak berwenang Meksiko berupaya meyakinkan masyarakat bahwa Piala Dunia tidak terancam. Mereka telah menerapkan sejumlah langkah keamanan, termasuk penempatan tentara dan Garda Nasional.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mendorong publik untuk tetap tenang dan tidak panik, menyerukan agar masyarakat bersatu dalam situasi yang tidak menentu ini.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: