Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 13:30 WIB

Memahami Sindrom Guillain-Barré: Gangguan Saraf yang Perlu Diwaspadai

Author

Memahami Sindrom Guillain-Barré: Gangguan Saraf yang Perlu Diwaspadai

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah kondisi langka yang bisa berdampak signifikan pada sistem saraf perifer, menyebabkan kelemahan otot hingga kelumpuhan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Penanganan yang tepat sangat penting untuk meminimalisir risiko komplikasi yang mungkin timbul, meskipun banyak yang berhasil pulih sepenuhnya.

Pengenalan Sindrom Guillain-Barré

Sindrom Guillain-Barré adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel saraf di tubuh, terutama bagian tepi. Keadaan ini seringkali dipicu oleh infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.

Gejala awal GBS umumnya muncul sebagai kelemahan yang dimulai dari kaki dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Banyak pasien melaporkan adanya sensasi kesemutan atau mati rasa yang mendahului kelemahan otot yang lebih signifikan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Penyebab dan Faktor Risiko

Meskipun penyebab pasti sindrom ini tidak sepenuhnya dipahami, ada hubungan kuat dengan beberapa infeksi tertentu. Infeksi virus Zika, Campylobacter jejuni, serta influenza, misalnya, telah dilaporkan sebagai pemicu GBS.

Faktor risiko lain yang perlu diperhatikan adalah riwayat penyakit autoimun, meskipun prevalensinya tidak tinggi. GBS bisa terjadi pada siapapun tanpa memandang usia atau jenis kelamin.

Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Gejala GBS bervariasi, tetapi sebagian besar pasien mengalami kelemahan otot yang progresif yang bisa menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Umumnya, gejala ini mulai muncul dalam jangka waktu dua hingga empat minggu setelah infeksi awal.

Diagnosis GBS biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik serta tes tambahan seperti analisis cairan spinal dan pemeriksaan konduksi saraf. Memastikan diagnosis yang akurat sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Pengobatan untuk GBS mencakup terapi intravena imunoglobulin (IVIG) atau plasmapheresis, yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan pasien. Rehabilitasi fisik juga diperlukan untuk membantu memulihkan kekuatan otot secara bertahap.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU