Politikus sentris Rob Jetten resmi dilantik sebagai Perdana Menteri termuda di Belanda pada Senin, 23 Februari.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Ia juga mencetak sejarah sebagai perdana menteri pertama yang mengaku gay di negara ini, dan dilantik oleh Raja Willem-Alexander di Huis Ten Bosch, Den Haag.
Mengenal Rob Jetten
Rob Jetten dikenal sebagai seorang 'kutu buku politik' yang tumbuh di provinsi Brabant, Belanda selatan. Meskipun telah mengungkapkan orientasi seksualnya sebagai gay sejak muda, Jetten tidak menjadikannya identitas utama dalam karir politiknya.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja di ProRail, operator jaringan kereta api Belanda, dan terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2017 dari Partai D66. Ia juga menjabat sebagai menteri iklim di pemerintahan Mark Rutte, menunjukkan kemampuannya dalam berpolitik.
Jetten dikenal mulai tampil percaya diri di depan publik setelah awalnya ragu, dan penampilannya yang lebih santai membantunya menarik perhatian masyarakat, bahkan muncul dalam program kuis 'Orang Terpintar'.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Agenda Politik Jetten
Setelah menang dalam pemilihan umum bulan lalu, Jetten menegaskan niatnya untuk 'mengembalikan Belanda ke jantung Eropa'. Ia percaya bahwa kerjasama Eropa sangat penting dalam mempertahankan posisi Belanda di panggung internasional.
Koalisi pemerintahan yang dibentuk oleh Partai D66, CDA, dan VVD berkomitmen untuk mendukung Ukraina serta mematuhi komitmen dalam anggaran NATO. Di sisi lain, terdapat strategi untuk memangkas tunjangan sosial demi mendanai investasi di sektor militer.
Dalam isu migrasi, koalisi tersebut juga menunjukkan keseriusan dalam memperketat regulasi terkait reunifikasi keluarga, menandakan langkah-langkah kontrol yang lebih ketat di sektor ini.
Tanggapan Eropa Terhadap Pelantikan Jetten
Pelantikan Jetten disambut positif oleh Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, yang mengungkapkan harapannya untuk dapat berkolaborasi dengan Jetten dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keamanan.
Dengan kepemimpinan Jetten, ada harapan baru bagi Eropa untuk merespons isu-isu penting, terutama yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri dan keamanan. Format kepemimpinan yang ia bawa diharapkan bisa memberi perspektif segar dalam menghadapi tantangan global.
Jetten diharapkan mampu berperan aktif dalam diplomasi Eropa, mempertahankan pekerjaan strategis demi kesejahteraan Belanda dan seluruh kawasan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: