Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 11:09 WIB

Menghadapi Ancaman Global: Peringatan SBY untuk Indonesia

Author

Menghadapi Ancaman Global: Peringatan SBY untuk Indonesia

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan bahwa ancaman potensi pecahnya perang dunia semakin nyata di tengah kondisi geopolitik saat ini. Dalam kuliah umum di Lemhanas, Jakarta, SBY menekankan pentingnya kesadaran kolektif bagi Indonesia agar tidak terlena dengan situasi yang ada.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Beliau menjelaskan bahwa meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik global, dampak dari ketegangan internasional tetap akan dirasakan. SBY mendorong Indonesia untuk bersiap menghadapi tantangan dari luar sambil tetap fokus pada stabilitas domestik.

Kondisi Geopolitik Kontemporer

Dalam kuliah umum yang berlangsung di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, pada 23 Februari 2026, SBY membahas kondisi geopolitik dunia yang sedang bergejolak. Dia mengamati pergeseran dari tatanan bipolar di era Perang Dingin ke tatanan multipolar di zaman modern.

SBY menyampaikan, "Artinya apa? Sudah terjadi dan sekarang ini mestinya kembali ke multipolar, paling tidak Amerika, Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, beberapa negara BRICS." Melalui penjelasan ini, SBY menekankan pentingnya posisi Indonesia dalam tatanan global yang semakin kompleks.

Namun, SBY juga memperhatikan upaya Amerika Serikat (AS) untuk menjadi penguasa tunggal dalam sistem internasional, yang ia sebut sebagai unipolar. "Amerika ingin kembali unipolar Amerika alone sebagai global leader, global corp, sebagai lone ranger," ujarnya, sekaligus menekankan bahwa Indonesia seharusnya mampu memanfaatkan situasi tersebut.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Antisipasi Terhadap Ancaman Global

SBY mengingatkan bahwa Indonesia harus waspada terhadap potensi ancaman perang dunia. Dia menjelaskan bahwa meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam Perang Dunia II, dampak dari konflik tersebut tetap dirasakan oleh bangsa ini.

Beliau menyatakan, "Dunia yang sedang meng-global begini, yang interconnected, interrelated, tidak mungkin." Pernyataan ini mencerminkan bahwa isolasi diri bukanlah solusi untuk melindungi Indonesia dari konsekuensi global.

Di sisi lain, SBY juga mencatat pentingnya bagi Indonesia agar tidak menjadi korban ketidakpastian global. "Jadi pelengkap penderita, jadi korban juga," ujarnya, menjelaskan dampak besar yang mungkin terjadi jika negara ini tidak bersiap menghadapi kemungkinan yang ada.

Membangun Kekuatan Pertahanan

Dalam kesempatan kuliah umum tersebut, SBY menekankan perlunya penguatan pertahanan, terutama kekuatan udara. Ia berargumen bahwa strategi di era peperangan modern memerlukan pendekatan baru, tidak hanya bergantung pada kekuatan darat.

"Sekarang begitu ada airstrike menghancurkan Jakarta, Pindad di Bandung, PAL di Surabaya, kota-kota yang lain, apa yang kita lakukan?" tanyanya, sehingga menumbuhkan kesadaran akan ancaman serangan udara di era modern.

SBY menutup pernyataannya dengan mendorong pengembangan kekuatan semua cabang militer agar siap menghadapi tantangan yang ada. "Semua angkatan TNI harus siap menghadapi serangan," tegasnya.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU