Dalam operasi yang dilaksanakan oleh Satgas Operasi Damai Cartenz, sebanyak 28 individu ditangkap di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, terkait afiliasi mereka dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Penangkapan ini menghadirkan sembilan orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dari rangkaian aksi kekerasan yang terjadi baru-baru ini.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Operasi ini berlangsung dalam dua pekan terakhir dan melibatkan penangkapan di berbagai lokasi. Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas, menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah penyelidikan mendalam terkait aktivitas KKB yang meningkat.
Detail Penangkapan dan Barang Bukti
Operasi yang dijalankan oleh Satgas Damai Cartenz berfokus pada penangkapan di beberapa lokasi di Yahukimo. Dalam proses ini, sejumlah barang bukti seperti parang, tombak, panah, dan bendera bintang kejora berhasil disita, namun tidak ada senjata api yang ditemukan.
Seluruh individu yang ditangkap kini diamankan di Polres Yahukimo dan mendapatkan pengawalan ketat dari tim Satgas Damai Cartenz serta Brimob Polda Papua. Penjagaan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan lanjutan dari kelompok bersenjata tersebut.
Saat ini, proses penyelidikan terhadap para tersangka masih berjalan, dengan harapan dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang jaringan KKB yang ada di daerah tersebut.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Latar Belakang dan Pemicu Peningkatan Aktivitas KKB
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa kebangkitan aktivitas KKB dikaitkan dengan kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025. Insiden tersebut diduga menjadi pemicu kembalinya perencanaan aksi kekerasan dari kelompok ini.
Dalam keterangan resminya, Brigjen Faizal menyatakan, "Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan." Hal ini menyebabkan sejumlah insiden kekerasan kembali mewarnai wilayah Yahukimo.
Sebagai langkah antisipasi, Satgas Damai Cartenz menambah jumlah personel, dan memperkuat kerjasama dengan Polres Yahukimo untuk memetakan wilayah serta mengidentifikasi waktu-waktu rawan terjadinya tindakan kekerasan.
Komitmen untuk Keamanan Wilayah
Satgas Damai Cartenz berkomitmen untuk menjaga stabilitas di Kabupaten Yahukimo dengan menerapkan strategi keamanan yang efektif. Brigjen Faizal Ramadhani menekankan pentingnya meningkatkan patroli dan penegakan hukum secara terukur di seluruh wilayah.
Upaya-upaya ini diharapkan dapat melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata serta meningkatkan rasa aman di daerah tersebut. Satgas Damai Cartenz berencana untuk terus memantau situasi guna memastikan ketertiban dan keamanan yang lebih baik.
Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketenteraman di lingkungan mereka.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: