Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 18:00 WIB

Gubernur DKI Ambil Sikap Terkait Kebisingan Lapangan Padel di Cilandak

Author

Gubernur DKI Ambil Sikap Terkait Kebisingan Lapangan Padel di Cilandak

Warga yang tinggal di kawasan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, meluapkan keluhan mengenai tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh sebuah lapangan padel. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap permasalahan ini dalam waktu dekat.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Pramono menegaskan bahwa lapangan tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga beroperasi tanpa izin resmi dan tanpa persetujuan warga setempat. Langkah cepat untuk menangani keluhan telah menjadi prioritas pemerintah provinsi.

Keluhan Warga Mengenai Kebisingan

Setelah lapangan padel mulai beroperasi, banyak warga di sekitar yang merasakan dampak dari kebisingan yang terjadi. Salah satu warga bernama Naufal mengatakan, kebisingan tersebut berlangsung dari pagi hingga larut malam, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu," ungkapnya. Ia menilai upaya mediasi dengan pihak pengelola lapangan tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dampak Kesehatan Akibat Kebisingan

Kebisingan yang terus-menerus dirasakan bukan hanya oleh Naufal, tetapi juga anggota keluarganya. Ia menyebutkan, "Di lingkungannya, ada tiga rumah di antaranya diisi oleh orang tua, adik, hingga neneknya yang berusia 90 tahun."

Ia juga mencatat peningkatan tekanan darah yang dialami ibunya akibat kebisingan. "Maksudnya itu bukan feeling gitu, beneran bisa diukur tensinya dia 200," kata Naufal, menyoroti betapa seriusnya dampak dari kebisingan tersebut terhadap kesehatan psikologis warga.

Reaksi dari Pengelola Lapangan

Menanggapi keluhan yang disampaikan, pengelola lapangan padel, PT Kreasi Arena Indonesia, memberikan imbauan terkait langkah-langkah yang akan diambil. Fajar Ediputra, perwakilan dari perusahaan, mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengurangi dampak kebisingan.

"Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar," jelasnya. Mereka juga akan membatasi jam operasional selama bulan puasa sebagai bagian dari solusi yang ditawarkan.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU