Dalam acara Gala Iftar Business Summit di Washington DC, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia terkait praktik ilegal di sektor pertambangan.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Ia juga menekankan langkah konkret pemerintah dengan menutup 1.000 tambang ilegal untuk meningkatkan penegakan hukum di tanah air.
Tantangan Ilegal di Indonesia
Prabowo Subianto menjelaskan berbagai masalah yang masih dihadapi oleh Indonesia, termasuk penyelundupan, perdagangan manusia, dan aktivitas ekonomi ilegal.
Ia menyoroti praktik pertambangan liar, perikanan ilegal, dan penebangan hutan yang masih merajalela. 'Kami tahu kami memiliki banyak masalah,' ungkap Prabowo.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Langkah Konkret Penutupan Tambang
Satu langkah tegas dari pemerintah adalah penutupan 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di hutan lindung.
Prabowo dengan tegas menyatakan, 'Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal.' Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjamin kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang ada di sektor pertambangan.
Mewujudkan Suasana Hukum yang Stabil
Prabowo melanjutkan bahwa pemerintah juga telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan ketentuan perizinan.
Ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa tidak ada yang dapat beroperasi di luar area izin yang ditetapkan. Dengan penegakan hukum yang lebih ketat, Prabowo yakin ini akan menciptakan stabilitas sosial dan politik, serta lingkungan yang lebih kondusif bagi kegiatan bisnis di Indonesia.
'Kami menegakkan hukum dan berupaya menciptakan suasana kepastian dalam proses hukum,' jelasnya.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: