Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 10:30 WIB

Warner Bros. Ajukan Gugatan Terhadap ByteDance Soal Pelanggaran Kekayaan Intelektual

Author

Warner Bros. Ajukan Gugatan Terhadap ByteDance Soal Pelanggaran Kekayaan Intelektual

Warner Bros. Discovery (WBD) baru saja mengajukan gugatan hukum terhadap ByteDance, perusahaan induk dari TikTok, dengan tuduhan serius terkait pencurian aset intelektual milik mereka.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Tuduhan ini mencakup penggunaan karakter ikonik seperti Batman dan Superman dalam pelatihan model kecerdasan buatan tanpa izin.

Latar Belakang Tuntutan Hukum

Sumber dari Variety mengungkapkan bahwa WBD menuduh ByteDance telah menggunakan ribuan jam konten film dan serial televisi yang dimiliki tanpa izin untuk melatih teknologi AI.

Penggunaan karakter ini dinilai merugikan WBD, karena hasil yang diciptakan oleh AI dapat menampilkan karakter-karakter tersebut dengan kemiripan tinggi tanpa pembayaran royalti kepada pemiliknya.

WBD mengambil langkah tegas dengan menyatakan bahwa pelanggaran ini mengganggu hak cipta yang telah dilindungi selama bertahun-tahun.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Isi dan Implikasi Gugatan

Wayne Smith, VP bagian hukum Warner Bros., mengungkapkan dalam pernyataan resmi, "Karakter ini adalah sumber kehidupan dari perusahaan. ByteDance kini terlibat dalam pelanggaran terang-terangan terhadap hak milik yang sama yang telah kami lindungi selama bertahun-tahun."

WBD menuntut ByteDance untuk menghentikan semua penggunaan kekayaan intelektual mereka, menghapus data pelatihan yang berkaitan, dan memperkirakan ganti rugi mencapai ratusan juta dolar.

Gugatan ini muncul tepat setelah peluncuran teknologi baru ByteDance, Seedance 2.0, yang memungkinkan pengguna membuat klip video menggunakan karakter terkenal dari film dan serial TV.

Reaksi dan Tindakan ByteDance

Setelah viralnya klip dari Seedance di media sosial, ByteDance mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan pengamanan tambahan guna mencegah penyalahgunaan kekayaan intelektual.

Namun, Wayne Smith menegaskan bahwa perhatian utama bukan hanya pada pengguna, melainkan pada masalah desain teknologi yang secara sadar menggunakan karakter yang terdaftar hak ciptanya.

WBD juga mencatat adanya bukti bahwa ByteDance pernah menampilkan karakter dari berbagai franchise populer dalam klip yang diupload ke platform mereka.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU