Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 11:05 WIB

Iran Ambil Langkah Strategis di Selat Hormuz

Author

Iran Ambil Langkah Strategis di Selat Hormuz

Iran telah menutup sebagian dari Selat Hormuz pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai langkah preventif saat menjalani latihan militer oleh Garda Revolusi Teheran.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Keputusan ini diambil di tengah perundingan yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir yang telah berlangsung lama.

Latihan Militer dan Penutupan Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur pelayaran yang sangat penting bagi pengangkutan minyak dari kawasan Timur Tengah ke pasar global. Penutupan ini diumumkan setelah pernyataan ancaman militer dari Presiden AS, Donald Trump, di bulan Januari.

Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran mengungkapkan bahwa penutupan tersebut bertujuan menjaga keselamatan pelayaran selama latihan militer yang disebut 'Smart Control of the Strait of Hormuz'. Latihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan operasional angkatan laut Iran.

Selat Hormuz berfungsi sebagai choke point utama, yang mana sekitar 13 juta barel minyak melintas setiap hari, menyuplai 31% dari seluruh aliran minyak mentah dunia lewat jalur laut.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Perundingan Diplomatic dengan AS

Penutupan Selat Hormuz terjadi berbarengan dengan perundingan intensif antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa meskipun ada kemajuan, banyak tantangan yang harus dihadapi.

Araghchi menegaskan, "Namun kemajuan ini bukan berarti kesepakatan akan segera dicapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan." Ini mencerminkan situasi yang penuh ketegangan meski ada dialog antara kedua negara.

Latihan militer ini bisa jadi cara Iran untuk menunjukkan kekuatan dan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik, memberi pesan kepada negara-negara lain mengenai ketahanan mereka menghadapi tekanan internasional.

Dampak terhadap Pasar Minyak Global

Penutupan sebagian Selat Hormuz memberikan dampak pada pasar minyak global, terlihat dari pergerakan harga yang fluktuatif. Harga minyak Brent turun 1,8% menjadi US$ 67,48 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% menjadi US$ 62,65 per barel.

Jakob Larsen, Chief Safety and Security Officer Bimco, mengatakan bahwa meskipun penutupan ini dilakukan, dampaknya terhadap kapal yang menuju Teluk Persia tidak akan signifikan. "Latihan ini menetapkan area uji tembak yang tumpang tindih dengan jalur masuk kapal," ujarnya.

Masyarakat maritim tetap waspada, dan banyak kapal komersial kemungkinan akan menghindari area tersebut untuk memastikan keselamatan di tengah situasi yang memanas di laut.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU