Kasus kanker usus besar atau kolorektal semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan orang berusia muda. Pola hidup tidak sehat dan rendahnya asupan nutrisi dari makanan menjadi penyebab utama yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Spesialis gizi, dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, menjelaskan bahwa rendahnya konsumsi serat dan vitamin dari buah dan sayuran dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini secara signifikan.
Kenaikan Kasus Kanker Kolorektal di Kalangan Muda
Peningkatan jumlah kasus kanker usus besar merupakan masalah serius di Indonesia, khususnya di antara usia muda. Data terbaru menunjukkan bahwa individu berusia antara 20 hingga 30 tahun mengalami peningkatan signifikan dalam prevalensi kanker ini.
Dr Juwalita Surapsari menekankan bahwa pola makan yang tidak sehat, terutama rendahnya konsumsi sayur dan buah, menjadi faktor pendorong. ‘Sekarang, usianya sudah mulai makin maju lho, yang kena itu umur 20-30 juga kena,’ ungkapnya dalam sebuah acara di Gedung Trans TV.
Buah dan sayur kaya akan vitamin dan serat yang sangat penting untuk kesehatan pencernaan. Dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, seseorang dapat mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker kolorektal.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Kebiasaan Makan yang Berisiko
Dr Juwalita juga mengingatkan pentingnya membentuk kebiasaan makan sehat dengan cara yang bijaksana. Tekanan untuk mengonsumsi buah dan sayur dapat berakibat negatif bagi anak-anak, yang bisa jadi mengalami trauma dan menjauh dari pola makan sehat.
Ia mengisahkan dua pasien dewasa, berusia 23 dan 27 tahun, yang mengalami kesulitan dalam mengonsumsi buah dan merasa jijik saat dihadapkan pada makanan tersebut. ‘Nah, kalau usia dewasa sudah susah nih,’ tambahnya, mengindikasikan bahwa masalah ini merata di berbagai kelompok usia.
Masalah perilaku makan ini tak hanya melanda anak-anak, tetapi juga banyak remaja dan dewasa yang mengabaikan aspek gizi penting dalam pola makannya sehari-hari.
Data dan Statistik Kanker Usus di Indonesia
Berdasarkan data awal cek kesehatan gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, terdapat lima provinsi dengan populasi berisiko tinggi untuk kanker usus. Provinsi tersebut meliputi Bali, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan total sekitar 7,6 juta orang.
Kepala Tim Kerja Kesehatan dan Deteksi Dini Kemenkes RI, Rindu Rachmiati SKM M Epid, menjelaskan bahwa kanker kolorektal adalah keganasan yang berawal dari jaringan usus besar. Kanker ini merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di Indonesia.
‘Penyebab kematian kelima tertinggi di Indonesia. Angka kematian kolorektal laki-laki dan perempuan tidak terlalu jauh bedanya dibandingkan dengan misalkan perempuan payudara dan kanker serviks,’ ungkap Rindu, merujuk pada data dari International Agency for Research on Cancer (IARC).
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: