Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 13:50 WIB

Keberagaman Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Author

Keberagaman Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Cap Go Meh adalah perayaan yang meriah untuk menandai akhir Tahun Baru Imlek. Event ini sangat dinantikan, khususnya oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Berbagai rangkaian acara menarik seperti arak-arakan barongsai dan pertunjukan budaya digelar untuk mempertahankan tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.

Sejarah dan Makna di Balik Cap Go Meh

Cap Go Meh, yang berasal dari istilah Hokkien artinya 'hari kelima belas', dirayakan pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Ini menandakan bulan purnama pertama dan dihormati dengan berbagai tradisi.

Perayaan ini membawa makna penting bagi masyarakat Tionghoa yang berbagi rasa syukur atas hasil panen tahun lalu. Mereka juga mengharapkan rezeki yang lebih baik untuk tahun yang akan datang.

Tradisi dalam Cap Go Meh meliputi ritual sembahyang, makan bersama, dan perayaan adat yang terus menjadi bagian dari identitas budaya lokal di Indonesia.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Ragam Atraksi dalam Festival Cap Go Meh

Salah satu daya tarik festival ini adalah arak-arakan barongsai yang penuh warna, yang dipercaya dapat membawa keberuntungan. Penampilan ini menjadi simbol dari harapan akan keberhasilan.

Selain barongsai, pertunjukan liong dan tari tradisional menjadi hiburan yang dinikmati banyak orang. Ini adalah waktu yang tepat bagi masyarakat untuk merasakan makanan khas selama festival.

Tradisi mengarak lampion berwarna-warni juga menjadi kegiatan yang ditunggu. Lampion-lampion tersebut tidak hanya indah, tetapi melambangkan harapan dan kebahagiaan masyarakat.

Perayaan Cap Go Meh di Berbagai Wilayah

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan dengan nuansa yang berbeda-beda tergantung daerah. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, perayaannya lebih meriah dengan banyak atraksi yang menarik.

Di area dengan komunitas Tionghoa kecil, festival ini mungkin lebih sederhana namun tetap dihormati. Masyarakat lokal berusaha mempertahankan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keterlibatan masyarakat non-Tionghoa dalam perayaan ini semakin meningkat, mencerminkan bagaimana festival ini menjadi pengikat antar budaya yang beragam di tanah air.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU