Imlek, dikenal juga sebagai Tahun Baru China, dirayakan selama 15 hari dengan beragam tradisi yang kaya. Setiap hari selama perayaan ini memiliki makna dan simbol yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Meskipun perayaan ini umum dilakukan, tidak banyak yang mengetahui alasan di balik durasi panjangnya. Mari kita gali lebih dalam setiap hari dan makna spesial yang menyertai setiap momen dalam perayaan ini.
Hari Pertama: Tahun Baru
Hari pertama Imlek menjadi momen berkumpul untuk merayakan tahun baru yang baru lahir. Biasanya, aktivitas ini diawali dengan sarapan bersama keluarga dengan hidangan khas seperti dumpling.
Ritual membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk dan menghiasnya dengan warna merah, simbol keberuntungan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan ini.
Kebahagiaan dan harapan tergambar jelas dalam suasana perayaan, di mana setiap anggota keluarga saling memberikan ucapan selamat dan harapan untuk tahun yang lebih baik.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Hari ke-7: Hari Manusia
Hari ketujuh dikenal sebagai 'Hari Manusia', di mana semua orang dianggap bertambah usia satu tahun. Ini menjadi kesempatan untuk merayakan keberadaan manusia dan hubungan antarkeluarga.
Pada hari ini, hidangan khas yang umum disajikan mencakup couscous dan berbagai makanan berbahan dasar nasi. Keluarga-keluarga mengadakan berbagai acara dan kegiatan yang mempererat hubungan sosial.
Tradisi ini menggambarkan rasa syukur atas kehidupan dan harapan akan masa depan yang lebih baik, sejalan dengan kebangkitan semangat baru di tahun yang baru.
Hari ke-15: Cap Go Meh
Cap Go Meh, sebagai hari terakhir perayaan Imlek, dikenal pula sebagai Festival Lampion. Pada hari ini, banyak masyarakat yang merayakannya dengan parade lampion berwarna-warni yang menggembirakan.
Tradisi diakhiri dengan pawai bersama dan doa untuk kesehatan serta kebahagiaan di tahun baru yang akan mendatang. Momen ini juga sering dimanfaatkan oleh para remaja dalam mencari jodoh.
Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan harapan positif untuk masa depan, di mana setiap individu berlomba-lomba untuk menyebarkan kebahagiaan.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: