Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 13:10 WIB

Menelusuri Tradisi Lampion dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Author

Menelusuri Tradisi Lampion dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

Lampion memiliki peran vital dalam perayaan Tahun Baru Imlek, melambangkan harapan dan keberuntungan pada langit malam. Tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun ini mencerminkan kekayaan budaya yang mendalam.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Setiap lampion yang diterbangkan bukan sekadar hiasan, tetapi juga sarana untuk mengusir energi negatif dan menyambut lembaran baru. Dalam konteks ini, lampion menjadi simbol jembatan antara unsur yang lama dan yang baru.

Asal Usul Tradisi Lampion

Tradisi penggunaan lampion di Tiongkok telah ada sejak Dinasti Tang, di mana lampion melambangkan kedamaian dan harmoni. Awalnya, lampion dipakai dalam ritual keagamaan sebelum akhirnya menjadi unsur penting dalam perayaan tahun baru.

Ketika Tahun Baru Imlek menjelang, lampion-lampion angkasa mulai menghiasi berbagai tempat seperti jalan, rumah, dan kuil. Kehadiran lampion ini bukan semata untuk keindahan, tetapi juga memiliki tujuan spiritual yang mendalam, yakni mengusir roh jahat.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Makna Lampion dalam Budaya Tionghoa

Dalam budaya Tionghoa, setiap warna dan bentuk lampion terjalin dengan makna tertentu. Misalnya, lampion merah sering dianggap melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, sedangkan lampion kuning mewakili kekayaan.

Keluarga Tionghoa biasanya menggantung lampion merah di pintu masuk rumah mereka sebagai simbol penyambutan tahun baru yang sarat dengan semangat positif. Lampion-lampion ini bukan hanya hiasan, tetapi juga simbol harapan bagi seluruh anggota keluarga.

Perayaan Lampion di Indonesia

Di Indonesia, perayaan lampion di tahun baru juga digelar dengan antusias, terutama di komunitas Tionghoa. Acara tersebut sering kali diiringi dengan festival yang menampilkan tarian dan musik tradisional.

Pengunjung festival dapat menikmati pemandangan lampion-lampion yang indah, menciptakan suasana yang magis. Tradisi Tionghoa ini menunjukkan bagaimana budaya asing dapat bersinergi dengan budaya lokal, menghasilkan pengalaman yang kaya dan berwarna.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU