Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 07:49 WIB

Daryono Mundur dari Posisi Direktur BMKG: Melangkah Menuju Pensiun Dini

Author

Daryono Mundur dari Posisi Direktur BMKG: Melangkah Menuju Pensiun Dini

Daryono, Direktur Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah resmi mengundurkan diri dan mengajukan pensiun dini. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan yang dialaminya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Ia mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik pengunduran diri ini adalah sakit mata yang mengharuskan perawatan intensif. Daryono menyampaikan pengunduran dirinya melalui grup komunikasi media kebencanaan di Jakarta.

Faktor Kesehatan sebagai Pertimbangan Utama

Daryono resmi mengajukan pensiun dini meskipun ia seharusnya bertugas hingga Mei 2026. Pengunduran ini disebabkan oleh masalah kesehatan yang dialaminya, yang dalam pernyataannya berkaitan dengan distrofi kornea.

Ia juga meminta agar media tidak mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami dalam pemberitaan pasca pengunduran dirinya. Ini menunjukkan kebijakan yang diambilnya untuk terpisah dari posisinya di BMKG.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Komitmen terhadap Edukasi Kebencanaan

Walaupun tidak lagi menjabat di BMKG, Daryono menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan bencana. Ia menyadari betapa pentingnya tayangan edukatif dalam konteks Indonesia yang rawan terhadap bencana.

"Insya Allah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan," ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan kepeduliannya terhadap tanggung jawab moral dan ilmiah dalam memberikan informasi kepada masyarakat.

Karir dan Pengalaman Daryono di BMKG

Daryono lahir pada 21 Februari 1971 di Semarang dan memiliki latar belakang yang cemerlang di bidang meteorologi dan geofisika. Ia merupakan lulusan Akademi Meteorologi dan Geofisika angkatan 1993 serta meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia tahun 2000.

Karir Daryono di BMKG dimulai sebagai staf teknis di Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar. Ia menjabat sebagai peneliti geofisika dan menduduki berbagai posisi strategis, termasuk menjadi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami pada tahun 2022.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU