Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:22 WIB

Pernyataan Bos Instagram di Sidang Mengenai Penggunaan Media Sosial yang Problematis

Author

Pernyataan Bos Instagram di Sidang Mengenai Penggunaan Media Sosial yang Problematis

Adam Mosseri, CEO Instagram, angkat bicara di sidang mengenai dugaan dampak negatif media sosial terhadap kesehatan mental pengguna, tanpa mengakui adanya kecanduan klinis.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Dalam keterangannya di Pengadilan Tinggi Los Angeles, Mosseri menekankan bahwa ia membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang berlebihan.

Persidangan Media Sosial di Los Angeles

Sidang di Pengadilan Tinggi Los Angeles berfokus pada gugatan terhadap Meta, pemilik Instagram, serta platform media sosial lain seperti YouTube, TikTok, dan Snap.

Penggugat mengklaim bahwa desain dan fitur tertentu, termasuk 'infinite scroll', dapat berdampak negatif pada kesehatan mental pengguna muda.

Adam Mosseri memberikan pandangannya bahwa meskipun penggunaan media sosial secara berlebihan dapat terjadi, istilah 'kecanduan' dirasa terlalu sederhana.

Ia menyatakan, 'Kata 'terlalu banyak' relatif dan bersifat pribadi,' menunjukkan bahwa setiap individu memiliki batasan yang berbeda dalam menggunakan platform.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Pertanyaan Mengenai Tanggung Jawab

Pengacara penggugat, Mark Lanier, menanyakan tentang keputusan bisnis Mosseri yang mungkin berisiko merugikan pengguna, khususnya anak-anak.

Dalam pernyataannya, Mosseri mengakui bahwa perlindungan anak merupakan prioritas, sembari menekankan pentingnya keberlanjutan bisnis.

Dia menyatakan, 'Secara umum, kami harus fokus pada perlindungan anak di bawah umur,' menunjukkan bahwa perlindungan jangka panjang juga dapat menguntungkan perusahaan.

Dampak Filter Digital dan Operasi Plastik

Di tengah sidang, Mosseri dihadapkan pada bukti berupa email dari eksekutif Meta yang mendiskusikan larangan filter digital mirip operasi plastik.

Dia menjelaskan bahwa keputusan untuk melarang efek tersebut diambil berdasarkan pertimbangan dampak kesehatan mental.

Namun, mantan eksekutif Meta, John Hegeman, berargumen bahwa larangan total terhadap filter digital dapat menghambat inovasi dan daya saing perusahaan.

Hegeman merekomendasikan pengembangan kerangka kerja yang mempromosikan penggunaan filter secara bertanggung jawab.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU