Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:47 WIB

Akhir Ambisi Super League: Real Madrid dan UEFA Capai Kesepakatan

Author

Akhir Ambisi Super League: Real Madrid dan UEFA Capai Kesepakatan

Proyek ambisius European Super League secara resmi berakhir setelah kesepakatan antara Real Madrid dan UEFA. Ini menandai akhir sengketa hukum yang telah berlangsung terkait kompetisi yang dinilai merugikan struktur sepakbola Eropa.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Pernyataan resmi dari Real Madrid mengungkapkan bahwa kesepakatan ini diambil demi kepentingan sepakbola klub Eropa secara keseluruhan, melibatkan semua pihak yang berkepentingan dalam olahraga ini.

Kesepakatan Mengakhiri Proyek Super League

Real Madrid dalam pernyataan resminya mengumumkan, "UEFA, Klub-klub Sepakbola Eropa, dan Real Madrid CF mencapai kesepakatan demi kebaikan sepakbola klub Eropa." Kesepakatan ini merupakan hasil dari pembicaraan panjang yang bertujuan untuk mengedepankan kepentingan terbaik dari sepakbola Eropa.

Dalam pernyataan tersebut, Madrid juga menambahkan, "Setelah berbulan-bulan pembicaraan yang dilakukan demi kepentingan terbaik sepakbola Eropa, UEFA, Klub-klub Sepak Bola Eropa (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan mereka telah mencapai kesepakatan prinsip demi kesejahteraan sepakbola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga, menekankan keberlanjutan jangka panjang klub, dan peningkatan pengalaman penonton melalui penggunaan teknologi."

Kesepakatan ini diharapkan akan menyelesaikan sengketa hukum terkait Liga Super Eropa, serta menghentikan bentuk kompetisi yang sempat dianggap mengancam keberlangsungan kompetisi lain di Eropa.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Sejarah Proyek Super League

Proyek Super League pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 dengan melibatkan 12 klub sepakbola besar Eropa sebagai kompetisi tandingan untuk Liga Champions. Klub-klub yang berpartisipasi mencakup tiga wakil dari LaLiga, enam dari Premier League, dan tiga dari Serie A.

Klub-klub tersebut termasuk Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Chelsea, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, AC Milan, Inter Milan, dan Juventus. Meski awalnya diharapkan menjadi evolusi dalam dunia sepakbola, proyek ini segera ditolak oleh komunitas sepakbola global.

Penolakan ini bukan hanya datang dari federasi lokal, tetapi juga dari suporter dan legenda klub yang khawatir akan dampak negatif pada persaingan sehat dalam olahraga.

Mundurnya Klub-Klub Pendiri

Setelah menerima tekanan besar, klub-klub pendiri mulai mundur dari proyek Super League. Proses tersebut diawali oleh klub asal Inggris dan diikuti klub-klub lain, sehingga tinggal Real Madrid, Barcelona, dan Juventus yang bertahan.

Pada tahun 2023, Juventus mengumumkan mundurnya dari proyek ini, dan Barcelona juga mengikuti langkah yang sama. Sementara itu, kesepakatan yang terjadi antara Real Madrid dan UEFA menandai tidak adanya lagi klub yang tersisa dari inisiatif tersebut.

Dengan mundurnya semua klub ini, jelas menunjukkan bahwa proyek Super League tidak mendapatkan dukungan luas di kalangan komunitas sepakbola, menandai akhir dari ambisi yang sempat menjanjikan.

Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU