Singapura kembali mencatatkan diri sebagai negara dengan peringkat ketiga paling bersih dari korupsi berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 dari Transparency International.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Sementara itu, Indonesia mengalami penurunan peringkat yang signifikan, berada di posisi 109 dari 180 negara, menunjukkan tantangan besar dalam upaya pemberantasan korupsi.
Kinerja Singapura dalam Indeks Persepsi Korupsi 2025
Transparency International mencatat Singapura memperoleh skor 84 dalam IPK 2025, mempertahankan posisinya di 10 besar dunia sejak indeks ini pertama kali diterbitkan pada 1995.
Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura mengungkapkan bahwa 'situasi korupsi di Singapura tetap berada dalam kendali yang kuat,' berkat rendahnya jumlah kasus di sektor publik.
Keberhasilan ini didukung oleh kerangka hukum yang kokoh dan penegakan hukum yang efektif, serta komitmen masyarakat terhadap integritas dan kejujuran.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Perbandingan Peringkat Indonesia dalam Korupsi
Indonesia memperoleh skor 34 dalam IPK 2025, turun tiga poin dari tahun sebelumnya yang menempatkan negara ini di posisi 99, menunjukkan tantangan yang semakin besar dalam melawan korupsi.
Posisi Indonesia di peringkat 109 mencerminkan ketertinggalan dibanding negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste, yang menunjukkan kondisi sobek dalam penegakan anti-korupsi.
Indeks Persepsi Korupsi menilai persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi di sektor publik, dengan skor 0 menandakan korupsi sangat tinggi dan skor 100 menandakan kondisi sangat bersih.
Dampak dan Tantangan Pemberantasan Korupsi
Penurunan skor IPK Indonesia menegaskan perlunya langkah lebih efektif dalam menangani praktek korupsi, di mana penilaian sejak 1995 menunjukkan hasil yang tidak konstan.
Masalah korupsi di Indonesia bukan hanya isu hukum, tetapi juga mengisyaratkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.
Masyarakat Singapura menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap upaya pemberantasan korupsi, sebuah contoh yang perlu diadopsi oleh Indonesia.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: