Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 19:29 WIB

Penghargaan Doktor Kehormatan untuk Megawati dari Princess Naurah University

Author

Penghargaan Doktor Kehormatan untuk Megawati dari Princess Naurah University

Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, baru saja menerima gelar doktor kehormatan dari Princess Naurah University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026. Ini merupakan pencapaian yang ke-11 kalinya bagi Megawati dan telah menjadi simbol penghargaan terhadap sumbangsih perempuan dalam pemerintahan.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Dalam pidato penerimaannya, Megawati menekankan bahwa penghargaan ini melambangkan lebih dari sekadar prestasi pribadi. Ia percaya bahwa pengakuan terhadap peran perempuan dalam pengambilan keputusan sangatlah penting bagi kemajuan negara.

Makna Pemberian Gelar Doktor Kehormatan

Penghargaan doktor kehormatan ini disampaikan di kampus PNU, yang merupakan universitas perempuan terbesar di dunia. Dalam pidatonya, Megawati menyatakan, 'Anugerah doktor kehormatan kali ini adalah gelar doktor honoris causa yang kesebelas dan tiga gelar profesor kehormatan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri yang telah saya terima.'

Megawati menjelaskan bahwa penghargaan ini melambangkan pengakuan atas posisi penting perempuan dalam pembangunan suatu negara. Ia mengatakan, 'Penghargaan ini adalah pengakuan bahwa perempuan memiliki tempat yang terhormat dalam membangun negara dan peradaban.'

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Tema Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan

Dalam pidato pengukuhannya, Megawati mengangkat tema pemberdayaan perempuan dan pentingnya tema ini untuk keadilan dan keberlanjutan peradaban. Ia menegaskan, 'Negara tidak boleh dipahami semata sebagai struktur administratif. Negara adalah peradaban yang hidup, yang bertumpu pada nilai, sejarah, dan tanggung jawab moral.'

Megawati juga mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan bahwa peradaban yang mengabaikan peran perempuan cenderung mengalami ketidakseimbangan. 'Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah,' tuturnya.

Rekognisi Global terhadap Megawati

Di luar gelar yang baru saja diterimanya, Megawati Soekarnoputri memiliki rekam jejak yang panjang dengan 10 gelar doktor kehormatan dan 3 profesor kehormatan dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Hal ini mencerminkan pengakuan global terhadap kontribusinya dalam bidang pemerintahan dan perjuangan gender.

Pemberian gelar kehormatan dari PNU menambah daftar pencapaian Megawati sebagai pemimpin dan advokat perempuan. Keberhasilannya mencerminkan pentingnya peran perempuan dalam pemerintahan untuk menciptakan keseimbangan dalam sistem politik.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU