Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Mengapa Penipuan Digital Menjadi Ancaman Bagi Lansia

Author

Mengapa Penipuan Digital Menjadi Ancaman Bagi Lansia

Lansia sering menjadi target penipuan digital karena minimnya pemahaman mereka tentang teknologi. Fenomena ini semakin umum seiring meningkatnya penggunaan internet dan munculnya berbagai modus penipuan baru.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Faktor-faktor dari lingkungan dan perilaku juga berkontribusi terhadap kerentanan mereka. Mari kita telusuri lebih dalam mengapa orang tua lebih mudah terjebak dalam skema penipuan digital.

Kurangnya Pengetahuan Teknologi

Minimnya pengetahuan tentang teknologi digital menjadi salah satu alasan utama mengapa lansia lebih rentan terhadap penipuan. Banyak dari mereka yang tidak familiar dengan aplikasi atau platform baru yang beredar di internet.

Tidak memahami cara kerja internet dan berbagai fitur yang ada membuat mereka lebih mudah terjebak dalam skema penipuan yang terlihat sah. Penipu seringkali memanfaatkan ketidaktahuan ini untuk menciptakan situasi yang tampak aman dan meyakinkan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Kepercayaan Tinggi Terhadap Orang Lain

Lansia cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap orang lain, yang dapat berpotensi menjadi masalah di dunia digital. Ketika mereka menerima komunikasi dari sumber yang dianggap akrab, mereka seringkali tidak berpikir panjang sebelum memberikan tanggapan.

Keadaan ini dapat mengakibatkan mereka secara tidak sadar membagikan informasi pribadi yang seharusnya bersifat rahasia, termasuk informasi keuangan. Penipu dengan licik menggunakan taktik manipulasi untuk mengeksploitasi kepercayaan ini.

Kurangnya Dukungan dari Lingkungan Sekitar

Banyak lansia tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga terkait pemahaman teknologi dan keamanan digital. Generasi muda seringkali sibuk dengan kesibukan masing-masing, sehingga tidak berbagi informasi penting mengenai keamanan online.

Dalam situasi sulit, banyak dari mereka merasa tidak memiliki tempat untuk meminta bantuan. Hal ini dapat menjadikan mereka semakin rentan terhadap penipuan yang sebenarnya bisa dihindari jika mereka memiliki akses pada informasi yang tepat.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU