Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 13:15 WIB

Rupiah Menguat di Tengah Sentimen Pasar Positif

Author

Rupiah Menguat di Tengah Sentimen Pasar Positif

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada Senin, 9 Februari 2026. Ini terjadi bersamaan dengan membaiknya sentimen pasar global dan penurunan indeks dolar.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah naik sebesar 12 poin atau 0,07 persen, menjadi Rp 16.864 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar tercatat turun 0,03 persen di level 97,6.

Penguatan Rupiah di Tengah Sentimen Global

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini terkait dengan sentimen risk-on global. "Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on global," ujarnya saat ditemui di Jakarta.

Sentimen risk-on ini dipicu oleh pergerakan positif pasar ekuitas global, termasuk rebound pada Wall Street. Bargain hunting dalam saham-saham sektor teknologi yang sebelumnya mengalami koreksi juga berkontribusi pada ini.

Kondisi pasar yang optimis memperkuat posisi rupiah di hadapan dolar AS, dengan investor menunjukkan harapan terhadap pergerakan harga di pasar keuangan.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Indikator Ekonomi Domestik Mempengaruhi Stabilitas

Meski terdapat penguatan, Lukman menambahkan bahwa optimisme di pasar tidak terlepas dari tantangan domestik yang ada. "Investor menantikan data survei kepercayaan konsumen siang ini," ucapnya.

Indeks kepercayaan konsumen Indonesia diperkirakan dapat sedikit meningkat dari 123,5 ke 123,9. Data ini dapat mempengaruhi keputusan investasi dan pengeluaran oleh konsumen.

Keterhubungan antara kondisi domestik dan faktor global menjadi aspek penting untuk memprediksi pergerakan nilai tukar kedepannya.

Prediksi Nilai Tukar dan Pergerakan Pasar

Berdasarkan analisis yang ada, diperkirakan nilai tukar rupiah akan berkisar antara Rp 16.800 hingga Rp 16.900 per dolar AS. Prediksi ini tergantung pada kondisi pasar dan selera risiko investor.

Sentimen global dan data domestik diharapkan menjadi penentu utama bagi pergerakan nilai tukar ke depan. Para pengamat pasar akan terus memantau perkembangan yang ada untuk memberikan informasi bagi investor.

Kondisi ini menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi investor serta kebutuhan untuk melakukan analisis mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU