Menjalani puasa di wilayah kutub bumi merupakan tantangan unik bagi umat Muslim. Dengan waktu siang dan malam yang ekstrem, menentukan waktu puasa menjadi suatu keharusan yang perlu dibahas secara mendalam.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Tantangan Puasa di Daerah Kutub
Ketika berbicara tentang puasa di dekat kutub, kita merujuk pada wilayah yang mungkin tidak mengalami perubahan waktu siang dan malam secara signifikan dalam periode yang panjang. Contohnya, di kawasan Arktik atau Antartika pada musim panas, matahari dapat terbit dan terbenam tanpa henti.
Dalam kondisi ini, umat Muslim di wilayah tersebut harus mencari cara alternatif untuk menentukan kapan mereka harus mulai berpuasa dan berbuka. Misalnya, ada yang merujuk kepada kota-kota yang lebih jauh dari kutub dengan sistem waktu yang lebih normal untuk menjaga keabsahan ibadah puasa mereka.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Cara Menentukan Waktu Puasa
Metode yang umum digunakan oleh umat Muslim di wilayah kutub adalah merujuk kepada waktu puasa di lokasi yang lebih dekat dengan garis khatulistiwa. Ini menjadi solusi praktis saat mereka tidak mengalami malam yang sepenuhnya gelap.
Sebagai contoh, seorang Muslim di Kutub Utara mungkin melihat waktu puasa yang berlaku di kota terdekat yang memiliki siklus siang malam yang lebih konvensional. Pendekatan ini membantu mereka menjaga pelaksanaan ibadah puasa meskipun dalam situasi yang ekstrem.
Pendapat Ulama dan Komunitas
Banyak ulama berpendapat bahwa mengikuti waktu puasa dari tempat lain adalah solusi yang paling baik untuk menghadapi tantangan ini. Sebagian dari mereka memberikan saran untuk memperhitungkan durasi yang umum digunakan di wilayah lain, dan menyesuaikannya dengan kondisi lokal.
Di samping itu, komunitas Muslim di daerah kutub seringkali mengadakan diskusi dan pertemuan untuk menetapkan cara dan waktu puasa secara kolektif. Dengan cara ini, keputusan yang diambil dapat lebih diterima dan dianggap komprehensif oleh orang-orang di dalam komunitas.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: