Grammy Awards ke-68 di Crypto.com Arena, Los Angeles, mencetak sejarah dengan beberapa prestasi luar biasa dari para musisi terkemuka. Kendrick Lamar menjadi bintang malam itu, meraih lima piala dan menegaskan posisinya sebagai ikonis dalam industri musik hip-hop.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Dengan total 26 Piala Grammy, Lamar kini menjadi pemegang rekor terbanyak dalam sejarah, mengalahkan nama-nama besar seperti Jay-Z dan Kanye West. Keberhasilan ini semakin menguatkan pengaruhnya di kancah musik internasional.
Kendrick Lamar: Raksasa Hip-Hop dengan Rekor Terbaru
Kendrick Lamar berhasil menggondol lima piala pada malam penghargaan, termasuk Record of The Year yang diraihnya bersama SZA untuk lagu 'luther'. Selain itu, ia juga meraih Best Melodic Rap Performance dan Best Rap Performance berkat kolaborasinya pada lagu 'Chains & Whips'.
Album terbaru Lamar berjudul GNX diakui sebagai Best Rap Album. Lagu 'TV Off' juga mendapatkan penghargaan Best Rap Song, menandai pencapaian signifikan dalam karirnya yang panjang dan sukses.
Raihan ini tidak hanya menambah koleksi piala Lamar, tetapi juga mengukuhkan statusnya sebagai ikon dan panutan di dunia hip-hop. Kini, ia berada di atas nama-nama besar lainnya dengan 26 Piala Grammy.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Keberhasilan Bad Bunny dan Lady Gaga di Malam Grammys
Bad Bunny menciptakan rekor baru dengan meraih Album of The Year untuk album berbahasa Spanyol pertamanya, Debí Tirar Más Fotos. Dia juga menambahkan dua penghargaan lainnya, termasuk Best Música Urbana Album dan Best Global Music Performance untuk lagu 'EoO'.
Prestasi Bad Bunny menunjukkan peningkatan pengaruh musik berbahasa Spanyol di kancah internasional. Lady Gaga juga mencuri perhatian dengan membawa pulang tiga piala, berhasil dalam album Mayhem dan kolaborasinya bersama Rosé dan Jade.
Lagu-lagu dari Lady Gaga meraih penghargaan Best Pop Vocal Album, Best Dance/Pop Recording, dan dia juga dianugerahi Producer of the Year, Non-Classical.
Transformasi dan Inovasi di Kancah K-Pop dan Sektor Musisi Baru
Grammy tahun ini menjadi titik balik bagi musik K-Pop, dengan lagu 'Golden' dari soundtrack film Netflix 'KPop Demon Hunters' yang menjadi yang pertama dari genre ini meraih sebuah Grammy. Ini memberi sinyal positif terhadap perkembangan musik K-Pop di skala global.
Rosé menjadi penampil solo pertama asal Korea Selatan yang tampil di Grammy, menandakan pengaruh dan penerimaan yang semakin baik terhadap artis-artis dari Asia. Selain itu, Olivia Dean dinyatakan sebagai pemenang kategori Best New Artist.
Olivia Dean menambah daftar panjang artis wanita yang mendominasi kategori ini, menyusul kesuksesan Chappell Roan yang meraih piala tersebut tahun lalu dengan lagu 'Good Luck Babe'.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: