Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 11:30 WIB

Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah: Apa yang Perlu Diketahui oleh Indonesia?

Author

Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah: Apa yang Perlu Diketahui oleh Indonesia?

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memastikan bahwa virus Nipah belum masuk ke Indonesia, meskipun sudah menyebabkan dua kasus di India yang terlaporkan sangat infeksius dan mematikan.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Pernyataan ini sejalan dengan langkah-langkah proaktif yang diambil oleh negara lain seperti India dan Thailand untuk mencegah penyebaran virus.

Situasi Terkini Virus Nipah di India

Virus Nipah terdeteksi di India sejak September 2025 dengan dua kasus resmi dilaporkan. Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan, 'Nipah kan itu terjadi di India dari bulan September tahun lalu.'

Walaupun kasusnya belum mencapai seribu, pemerintah India telah menerapkan langkah-langkah restriktif seperti lockdown untuk menghindari penularan lebih lanjut.

Dengan populasi India yang besar, yaitu 1,5 miliar, penting untuk memahami risiko penyebaran virus ini. Meskipun kasus yang dilaporkan menunjukkan infeksi yang mematikan, angka kematian keseluruhan belum signifikan.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Langkah Antisipasi di Indonesia

Wamenkes Benjamin menegaskan pentingnya penguatan karantina kesehatan di semua pintu masuk Indonesia. Ia menyatakan, 'Maka karantina kesehatan kita harus kita perkuat.'

Pengawasan ketat di bandara juga menjadi fokus, dengan peninjauan fasilitas karantina kesehatan di setiap terminal. Ini sejalan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Thailand dalam menghadapi situasi serupa.

Menurut Benjamin, langkah-langkah tersebut perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman virus yang berpotensi menyebar.

Gejala dan Proses Diagnostik Virus Nipah

Gejala awal infeksi virus Nipah dapat berupa demam, dengan risiko infeksi yang cepat berkembang menjadi pneumonia. Benjamin menjelaskan, 'Menyebabkan pneumonia dan angka mortalitasnya tinggi.'

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa dua tenaga kesehatan muda di Bengala Barat, India, terinfeksi oleh virus ini dan memerlukan perhatian ekstra.

Keduanya mengalami gejala berat pada akhir Desember 2025 dan dinyatakan positif setelah dirawat. Prof. Tjandra Yoga Aditama menekankan pentingnya kapasitas diagnostik sesuai standar internasional, mengingat, 'Reputasi India National Institute of Virology memang sangat baik dan diakui secara internasional.'

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU