Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 22:25 WIB

Upaya Evakuasi Korban Longsor di Bandung Barat Terus Berlanjut, 83 Jenazah Teridentifikasi

Author

Upaya Evakuasi Korban Longsor di Bandung Barat Terus Berlanjut, 83 Jenazah Teridentifikasi

Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Bandung Barat, dengan berhasil mengevakuasi tujuh kantung jenazah pada hari ke-10. Hingga saat ini, total kantung jenazah yang telah dievakuasi mencapai 83.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Kegiatan pencarian melibatkan 3.675 personel, 17 unit excavator, dan 22 anjing pelacak. Proses ini dilakukan dengan fokus pada keselamatan para petugas.

Detail Operasi Pencarian Korban

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam pencarian. "Memasuki hari ke-10, kegiatan pencarian dan evakuasi terus dilaksanakan dengan fokus utama keselamatan personel," ujarnya.

Tim berhasil menemukan tujuh bodypack di sejumlah lokasi. Temuan ini menunjukkan strategi pencarian yang efektif di seluruh area bencana.

Ade juga menyampaikan keanehan di mana satu korban ditemukan dalam lebih dari satu bodypack meskipun memiliki identitas tunggal. "Jumlah bodypack yang ditemukan memang melebihi daftar pencarian," tuturnya.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Proses Identifikasi Korban

Hingga pukul 16.20 WIB pada 2 Februari 2026, proses identifikasi dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) terhadap 63 bodypack. Dari jumlah tersebut, 61 jenazah telah teridentifikasi.

Sebanyak 45 orang yang teridentifikasi sudah sesuai dengan daftar pencarian dari warga, sementara 14 di antaranya tidak tercantum dalam daftar pencarian dan diduga merupakan anggota Marinir.

Adapun dua korban lain ditemukan berasal dari luar daerah yang sedang berkunjung ke rumah kerabat. "Dengan kondisi ini, masih terdapat 35 korban yang belum dipastikan identitasnya," jelas Ade.

Proses Evakuasi dan Keselamatan

Tim SAR terus menerapkan prosedur kehati-hatian saat mengevakuasi korban, mengingat medan yang tidak stabil dan risiko hujan. Proses penanganan jenazah diperketat untuk mencegah risiko kesehatan.

Ade menekankan pentingnya alat pelindung diri (APD) bagi seluruh petugas. "Seluruh petugas wajib menggunakan hazmat, masker, dan sarung tangan panjang," imbuhnya.

Sebelum melaksanakan tugas, semua petugas juga wajib menerima vaksin tetanus sebagai langkah pencegahan mengingat kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU