Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 14:46 WIB

Prabowo: Kelapa Sawit sebagai Pilar Pangan dan Energi Nasional

Author

Prabowo: Kelapa Sawit sebagai Pilar Pangan dan Energi Nasional

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya kelapa sawit dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional. Di tengah berbagai kritikan, ia tetap optimis bahwa kelapa sawit adalah komoditas yang sangat dibutuhkan di seluruh dunia.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Dalam Rapat Koordinasi Nasional yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri, Prabowo menyebut kelapa sawit sebagai 'miracle crop' dan mengungkapkan tingginya permintaan dari berbagai negara, termasuk Mesir dan Pakistan.

Pentingnya Kelapa Sawit dalam Kebijakan Energi

Pada acara yang berlangsung pada Selasa, 2 Februari 2026, Prabowo menyatakan, 'Swasembada energi, harus, nanti ada kelompok, 'Apa bisa?' 'Bisa, kita sudah hitung', kita punya kelebihan-kelebihan luar biasa.' Ini menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada energi melalui pemanfaatan kelapa sawit.

Kelapa sawit, di luar fungsinya sebagai bahan baku minyak goreng, juga memiliki banyak aplikasi lain. 'Karena kelapa sawit itu tidak hanya untuk minyak goreng, saya ke dunia, keliling-keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya,' ungkap Prabowo, menyoroti permintaan global yang tinggi.

Dia juga mencatat bahwa banyak negara seperti Rusia dan Belarusia secara langsung meminta pasokan kelapa sawit dari Indonesia, menunjukkan betapa isu ini penting di arena internasional.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Kelapa Sawit Sebagai Sumber Kebutuhan Derivatif

Prabowo menekankan peranan kelapa sawit dalam memenuhi kebutuhan derivatif yang semakin beragam. 'Sebab, menurut Prabowo, kelapa sawit dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan seperti cat dinding, makanan, roti, sabun, hingga solar,' ungkapnya.

Dia juga menarik perhatian pada populasi dunia yang sangat tergantung pada produk berbahan dasar kelapa sawit. 'Sabun, berapa miliar rakyat dunia harus mandi tiap hari? Kecuali yang malas mandi,' jelasnya, menggarisbawahi kebutuhan mendasar akan olahan kelapa sawit.

Hal ini mengimplikasikan bahwa kelapa sawit tidak hanya mempunyai nilai ekonomi tinggi di sektor pangan, tetapi juga krusial dalam industri lain di seluruh dunia.

Tanggapan Terhadap Kritikan

Prabowo memahami adanya kritik terhadap kebijakan pengembangan kelapa sawit. 'Kenapa kelapa sawit bagi saya saya katakan itu miracle crop, ada kelompok nyinyir, 'kenapa kelapa sawit?', 'loh Prabowo mau bikin kelapa sawit?' Iya untuk rakyat Indonesia,' tegasnya.

Meski ada skeptisisme dari berbagai kalangan, dia menekankan bahwa tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 'It is a very strategic commodity,' tambahnya, menunjukkan keyakinan akan manfaat dari pengembangan kelapa sawit.

Kritik terhadap pengembangan kelapa sawit mencerminkan dinamika dalam sektor pertanian dan energi yang memerlukan dialog terbuka antara para pengambil keputusan dan masyarakat.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU