Kamis, 29 JANUARI 2026 • 18:56 WIB

Mengapa Orang Mulai Jauh dari Sosial Media?

Author

Mengapa Orang Mulai Jauh dari Sosial Media?

Dalam beberapa tahun terakhir, tren pengurangan aktivitas di sosial media semakin terlihat di kalangan pengguna. Berbagai alasan, termasuk kesehatan mental dan privasi, menjadi faktor utama di balik perubahan ini.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Banyak individu kini lebih memilih untuk menyendiri dan menikmati waktu offline, menciptakan fenomena menarik yang patut untuk dianalisis lebih dalam.

Dampak Terhadap Kesehatan Mental

Salah satu alasan signifikan mengapa banyak orang mulai menjauhi sosial media adalah dampak negatif yang ditimbulkannya terhadap kesehatan mental. Pengguna sering merasa tertekan oleh ekspektasi untuk selalu tampil sempurna di platform online.

Studi menunjukkan bahwa penggunaan sosial media yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan perasaan kesepian. Dalam pencarian untuk meningkatkan kesejahteraan diri, banyak orang mulai mengurangi waktu yang mereka habiskan secara daring.

Kenneth, seorang psikolog, menyatakan, "Interaksi di dunia maya sering kali berbeda dengan interaksi langsung. Rasa tidak puas dan perbandingan sosial bisa memperburuk kondisi mental seseorang."

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Kekhawatiran Privasi dan Keamanan Data

Isu privasi menjadi faktor lain yang mendorong pengguna untuk lebih berhati-hati saat menggunakan sosial media. Kesadaran mengenai penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan telah meningkat di kalangan orang-orang.

Kekhawatiran tentang pengawasan dan pencurian identitas menciptakan rasa waspada, membuat pengguna lebih selektif dalam membagikan informasi. Hal ini pula turut menambah rasa tidak nyaman saat menggunakan platform sosial.

Rina, seorang pengguna sosial media, mengungkapkan, "Saya merasa lebih aman dan tenang tanpa harus membagikan segala sesuatu secara online."

Kembali Ke Koneksi yang Lebih Nyata

Kebutuhan untuk menjalin koneksi yang lebih nyata menjadi alasan penting mengapa banyak orang beralih dari interaksi daring ke interaksi langsung. Banyak individu merasa komunikasi melalui layar mengurangi kualitas hubungan interpersonal.

Kegiatan seperti berkumpul bersama teman atau menghabiskan waktu dengan keluarga dianggap lebih bermakna dibanding sekadar memperbarui status atau memberikan 'like' di media sosial. Ini menunjukkan lemahnya interaksi sosial yang dihasilkan dari penggunaan berlebihan.

Ferdy, seorang mahasiswa, mengatakan, "Saya lebih suka pergi ke kafe dan ngobrol langsung dengan teman. Itu jauh lebih seru dibandingkan chatting di grup."

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU