Kelompok Hamas telah menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG), sebuah langkah yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di wilayah tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dalam pernyataan ini, Hamas juga menekankan pentingnya pembukaan kembali perlintasan perbatasan Rafah secara penuh dalam waktu dekat.
Pembentukan Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG)
Komite Nasional untuk Pemerintahan Gaza (NCAG) dibentuk sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang didukung oleh Amerika Serikat. Kesepakatan ini mulai berlaku pada 10 Oktober lalu, dan bertujuan untuk menciptakan stabilitas pasca-konflik di Jalur Gaza.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengungkapkan bahwa protokol penyerahan ke NCAG sudah disiapkan dan semua berkas terkait telah disusun. Ia menegaskan bahwa komite ini penting untuk mengawasi proses transfer pemerintahan yang menyeluruh di Gaza.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Tanggung Jawab dan Harapan dari NCAG
NCAG akan bertanggung jawab dalam mengelola pemerintahan sehari-hari Gaza, kawasan yang telah lama terdampak oleh berbagai konflik. Tugas ini dilakukan di bawah pengawasan Dewan Perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.
Ali Shaath, mantan wakil menteri Otoritas Palestina, ditunjuk sebagai pemimpin NCAG. Shaath dianggap dapat membawa stabilitas dan keteraturan dalam pemerintahan Gaza, meskipun harus dihadapkan pada banyak tantangan.
Isu Perlintasan Rafah
Pembukaan perlintasan Rafah merupakan salah satu isu penting dalam proses ini, karena Rafah adalah satu-satunya jalur keluar Gaza yang tidak terhubung dengan Israel. Qassem, juru bicara Hamas, menegaskan bahwa perlintasan ini harus dibuka tanpa hambatan dari semua pihak, terutama Israel.
Rafah telah mengalami penutupan yang berkepanjangan sejak Mei 2024, dengan berbagai usaha untuk membukanya sering kali menemui kegagalan. Terbaru, Shaath mengumumkan bahwa perlintasan ini akan dibuka kembali dalam waktu dekat, memberikan harapan bahwa akses dari dan ke Gaza akan lebih terbuka.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: