Kamis, 29 JANUARI 2026 • 11:08 WIB

Washer Virus Nipah di Indonesia: Ancaman dari Kelelawar dan Perubahan Iklim

Author

Washer Virus Nipah di Indonesia: Ancaman dari Kelelawar dan Perubahan Iklim

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengingatkan masyarakat mengenai potensi kemunculan virus Nipah di Indonesia meskipun virus ini belum terdeteksi di dalam negeri.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Kelelawar, sebagai spesies yang beragam di Indonesia, dianggap berisiko tinggi dalam hal penyebaran virus ini, sehingga penting untuk melakukan deteksi dini dan surveilans.

Pentingnya Deteksi Dini dan Surveilans

Menurut peneliti Ahli Utama Virologi di BRIN, Niluh Putu Indi Dharmayanti, terdapat banyak spesies kelelawar yang dapat menjadi reservoir alami virus Nipah. Kelelawar yang berada dekat kawasan permukiman manusia berisiko tinggi dalam menularkan virus ini kepada manusia.

Niluh menjelaskan, "Kedekatan habitat kelelawar dengan permukiman manusia, praktik perburuan dan perdagangan kelelawar, serta keberadaan pasar hewan dengan sanitasi yang buruk meningkatkan risiko terjadinya spillover virus ke manusia dan hewan domestik."

Populasi babi yang tinggi di beberapa daerah juga berpotensi sebagai inang virus, sehingga penting untuk mengimplementasikan surveilans dan deteksi dini guna meminimalkan dampak wabah.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Risiko Penularan dan Sumber Infeksi

Penularan virus Nipah umumnya terjadi melalui interaksi langsung antara manusia dengan kelelawar atau hewan yang terinfeksi. Selain itu, konsumsi daging kelelawar yang terpapar virus dapat menjadi sumber risiko penularan.

Niluh menegaskan, "Keberadaan NiV di negara-negara tetangga tersebut memperkuat kekhawatiran akan potensi kemunculan wabah di Indonesia."

Studi terbaru telah mendeteksi virus Nipah pada kelelawar di pasar hewan di Yogyakarta dan Magelang, menunjukkan adanya kemungkinan penularan lokal yang harus diwaspadai.

Perubahan Iklim dan Dampaknya

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa perubahan iklim bisa memperluas jangkauan kelelawar yang membawa virus Nipah, sehingga banyak komunitas berisiko mengalami infeksi. Dampak ini perlu mendapatkan perhatian serius.

Un Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) menyatakan, "Suhu yang meningkat akibat perubahan iklim membuat berbagai lokasi menjadi pilihan hunian kelelawar, dan memaksa manusia serta ternak tinggal di daerah yang sama dengan kelelawar tersebut."

Walaupun kasus Nipah pada manusia tergolong jarang, perubahan pola cuaca dan stres lingkungan pada kelelawar dapat mempengaruhi perilaku mereka yang berpotensi meningkatkan kemungkinan spillover virus.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU