Temuan kasus virus Nipah di Benggala Barat, India, mengundang perhatian internasional dengan hampir 100 orang terhubung dengan pasien yang terinfeksi dalam pemantauan kesehatan.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Virus ini dikategorikan sebagai salah satu patogen berpotensi memicu pandemi, sebagaimana diungkapkan oleh laporan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Konteks dan Penilaian WHO
Laporan WHO pada 30 Juli 2024 mengidentifikasi virus Nipah sebagai salah satu patogen yang perlu diawasi karena kemampuannya untuk memicu keadaan darurat kesehatan masyarakat. Penilaian ini mempertimbangkan tingkat penularan, virulensi, serta ketersediaan vaksin dan terapi yang terbatas.
Neelika Malavige, seorang imunolog, menyebutkan bahwa 'daftarnya sangat komprehensif', yang menegaskan pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai patogen berbahaya.
Sebelumnya, WHO telah mengeluarkan daftar patogen prioritas pada 2017 dan 2018, yang menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi ancaman kesehatan global.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Potensi Bahaya dari Virus
Virus corona Sarbecovirus dan Merbecovirus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, juga dicantumkan dalam daftar virus berpotensi pandemi. Hal ini menunjukkan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap keluarga virus corona mengingat risiko penularannya yang tinggi.
Selain itu, virus cacar monyet turut dicatat setelah epidemi global pada 2022. Menurut Malavige, penurunan kekebalan masyarakat terhadap vaksin cacar dapat memungkinkan munculnya variola yang menimbulkan pandemi baru.
Virus influenza subtipe H5 yang sebelumnya menyebabkan wabah di kalangan hewan menjadi perhatian karena kemampuannya untuk menyebar ke manusia. Pengawasan yang ketat terhadap virus ini sangat diperlukan untuk mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.
Riset dan Kesiapan Global
WHO telah menyusun daftar 'patogen prototipe' untuk mendorong penelitian yang lebih mendalam terhadap virus dan bakteri yang kurang diteliti. Langkah ini dianggap krusial untuk mempersiapkan dan merespons keadaan darurat kesehatan di masa depan.
Malik Peiris, seorang ahli virus, menegaskan bahwa 'pengembangan vaksin untuk satu anggota keluarga virus dapat meningkatkan kesiapan komunitas ilmiah dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan masyarakat berskala besar.'
Meskipun banyak upaya dilakukan untuk mengidentifikasi patogen-patogen berisiko, ancaman kesehatan masyarakat tetap dinamis. Forrester-Soto mengingatkan, 'tidak semua patogen dalam daftar ini pasti akan menyebabkan epidemi.'
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: