Rabu, 28 JANUARI 2026 • 17:31 WIB

Pengguna TikTok Menghadapi Konten Aneh Setelah Gangguan Data di AS

Author

Pengguna TikTok Menghadapi Konten Aneh Setelah Gangguan Data di AS

TikTok mengalami masalah besar setelah pemadaman listrik di pusat data Amerika Serikat mengganggu sistem mereka. Insiden ini berakibat pada 'For You Page' (FYP) yang menyajikan konten tidak relevan bagi banyak pengguna.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Banyak yang melaporkan tampilan halaman mereka dipenuhi video yang sama berulang kali dan tidak sesuai minat. TikTok berjanji sedang berupaya untuk memulihkan layanan ke kapasitas penuh.

Dampak Pemadaman Listrik pada Pengguna TikTok

Pemadaman listrik di pusat data Amerika Serikat memberikan dampak besar pada pengguna TikTok, terutama pada akhir pekan lalu. Sistem rekomendasi yang dikenal dengan 'For You Page' (FYP) mengalami penurunan performa, yang membuat banyak pengguna menerima konten yang tidak sesuai minat.

Tidak hanya konten yang tidak relevan, beberapa pengguna juga mengalami masalah teknis seperti lambatnya waktu loading dan kesulitan saat mengunggah konten. Hal ini menciptakan keluhan yang luas, terutama dari kreator yang bergantung pada platform untuk mempromosikan karya mereka.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Pernyataan Resmi Dari TikTok

Melalui akun resmi mereka, TikTok mengonfirmasi bahwa pemadaman listrik menyebabkan 'cascading systems failure' atau kegagalan sistem berantai. Mereka berkomitmen untuk memulihkan layanan secepat mungkin agar pengguna bisa kembali menikmati pengalaman yang normal.

Banyak kreator melaporkan bahwa video mereka menunjukkan 0 tampilan atau suka, serta pendapatan yang tampak hilang dari dashboard mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan kreator tentang efek jangka panjang dari gangguan tersebut.

Isu Algoritma dan Implikasinya

Ketidakhadiran konten yang relevan, seperti berita tentang demonstrasi di Minneapolis, menimbulkan spekulasi mengenai perubahan pada desain algoritma TikTok. Ini bersamaan dengan kesepakatan joint venture terbaru yang melibatkan perusahaan seperti Oracle dan Silver Lake dalam pengelolaan data pengguna AS.

Namun, seorang juru bicara TikTok menegaskan bahwa masalah yang dihadapi adalah murni teknis akibat gangguan server. Penjelasan ini secara langsung menjawab kekhawatiran bahwa algoritma pasca divestasi mungkin tidak akan berfungsi sebaik sebelumnya.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU