Tim SAR kembali menemukan korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan temuan yang sangat menyentuh hati. Satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan anak, ditemukan saling berangkulan di dalam rumah mereka.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Kombes Pol Hendra, Kabid Humas Polda Jawa Barat, mengungkapkan bahwa dari sembilan anggota keluarga yang tertimbun, tiga berhasil dievakuasi dalam kondisi mengenaskan. Proses identifikasi untuk korban yang lainnya masih berlangsung.
Proses Evakuasi Korban
Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi para korban longsor yang terjadi baru-baru ini. Kombes Pol Hendra menyampaikan bahwa tiga orang dari sembilan anggota keluarga yang tertimbun telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.
Hendra mengungkapkan, 'Kami menyampaikan rasa prihatin. Ada satu keluarga yang tertimbun. Dari temuan hari ini, ditemukan tiga orang, satu keluarga, bapak, ibu, dan satu anak dalam kondisi berangkulan di satu rumah. Ketiganya berhasil kami evakuasi.'
Identifikasi terhadap dua dari tiga korban tersebut telah dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar. Proses ini melibatkan pengumpulan data dari keluarga dekat untuk mengenali identitas mereka.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Total Korban dan Proses Identifikasi
Jumlah total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 16 kantong jenazah, di mana sembilan telah teridentifikasi. Proses identifikasi berlangsung dengan hati-hati, mengingat pentingnya keakuratan informasi.
'Untuk yang kemarin, ada tujuh jenazah yang sudah diserahkan kepada pihak keluarga karena proses identifikasinya telah selesai,' ujar Hendra.
Tim harus menghadapi berbagai tantangan dalam proses ini, termasuk cuaca dan kondisi medan yang tidak mendukung.
Tantangan dalam Operasi Pencarian
Proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan menggunakan dukungan dari Polri, TNI, dan Basarnas. Namun, mereka harus beroperasi di tengah kondisi tanah yang labil, yang membuat pencarian semakin berisiko.
Keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam operasi ini. Tim menyadari bahwa risiko yang dihadapi sangat besar, namun mereka tetap berkomitmen untuk menemukan semua korban.
Situasi cuaca yang tidak menentu menambah kompleksitas operasi, memaksa tim untuk lebih berhati-hati dan strategis saat mencari.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: