Senin, 26 JANUARI 2026 • 18:57 WIB

Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia: Langkah Strategis dalam Kebijakan Ekonomi

Author

Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia: Langkah Strategis dalam Kebijakan Ekonomi

Thomas Djiwandono telah resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri. Penetapan ini diumumkan oleh Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, setelah berlangsungnya rapat internal di DPR.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat oleh anggota Komisi XI dan akan segera dibawa ke Sidang Paripurna untuk mendapatkan pengesahan. Misbakhun menyatakan bahwa Djiwandono adalah figur yang dapat diterima oleh semua partai dan diharapkan dapat membangun sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal.

Proses Penetapan dan Dukungan Partai Politik

Dalam rapat internal Komisi XI, keputusan untuk menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur diambil melalui mekanisme musyawarah mufakat. Mukhamad Misbakhun mengungkapkan bahwa keputusan tersebut disepakati bersama oleh pimpinan komisi serta delapan kelompok fraksi.

Misbakhun menyatakan, 'Dalam rapat internal di Komisi 11, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono.' Hal ini menunjukkan adanya konsensus di antara anggota DPR mengenai pilihan ini.

Hasil keputusan tersebut akan dibawa ke Sidang Paripurna untuk disahkan. 'Dan nanti akan dibawa ke DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok,' tegas Misbakhun.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Pertimbangan Pemilihan Thomas Djiwandono

Misbakhun menjelaskan bahwa salah satu alasan pemilihan Thomas Djiwandono adalah reputasinya sebagai figur yang dapat diterima oleh semua partai politik. Hal ini menjadi penting di tengah dinamika politik saat ini.

Lebih lanjut, Misbakhun menyoroti kompetensi Thomas dalam membangun sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. 'Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik, dan figur Bapak Thomas tadi juga menjelaskan dengan sangat bagus soal bagaimana perlunya membangun sinergi,' ungkap Misbakhun.

Thomas diharapkan dapat mengimplementasikan 'agile' atau kelincahan dalam proses pengambilan keputusan, yang menjadi tema penting dalam kebijakan ekonomi. 'Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini, bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiskal policy,' tambahnya.

Implikasi bagi Kebijakan Ekonomi

Pemilihan Thomas Djiwandono memiliki potensi untuk memperkuat kebijakan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berubah. Dengan latar belakang dan pengalaman di bidang ekonomi, diharapkan Thomas dapat memberikan kontribusi signifikan.

Proses pengambilan keputusan yang cepat dan efisien sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia. 'Bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan' menjadi salah satu pendekatan penting dalam konteks ini.

Thomas diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara Bank Indonesia dan pemerintah, sehingga langkah-langkah kebijakan dapat terkoordinasi dengan baik demi mencapai target ekonomi nasional.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU