Terjadi bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan total 25 kantong jenazah berhasil dievakuasi hingga Sabtu sore.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Meskipun cuaca menjadi tantangan utama, pihak tim gabungan berkomitmen untuk melanjutkan pencarian dan identifikasi korban.
Proses Evakuasi dan Identifikasi Korban
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, terdapat 105 laporan orang hilang, yang terdiri dari 82 warga sipil dan 23 anggota TNI.
Dari total 25 kantong jenazah yang dievakuasi, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Beberapa nama yang teridentifikasi termasuk Suryana (57), Jajang Tarta (35), dan Nurhayati (42).
Identifikasi dilakukan dengan seksama untuk memastikan keakuratan informasi yang diberikan oleh keluarga korban. Proses post mortem masih berlangsung untuk 10 jenazah dan satu potongan tubuh lainnya.
Tim DVI berkomitmen untuk mempercepat proses identifikasi agar keluarga korban segera memperoleh kabar mengenai sanak saudara mereka.
Tantangan dalam Pencarian Korban
Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan bahwa cuaca telah menjadi kendala signifikan dalam operasi pencarian dan evakuasi.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Saat ini, tim telah menghentikan penggunaan alat berat dan berfokus pada identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap lokasi.
Pemantauan kondisi cuaca dilakukan secara intensif demi mendukung kelancaran pencarian. Tim berharap cuaca segera membaik agar pencarian dapat dilanjutkan.
Meskipun pencarian sempat terhenti, Hendra memastikan bahwa upaya untuk menemukan sisa korban akan terus dilakukan setelah kondisi memungkinkan.
Respons Pemda dan Langkah Selanjutnya
Pemerintah Daerah setempat telah menyampaikan permintaan untuk menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang terdampak longsor.
Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal di kawasan bencana.
Pihak pemda juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan rehabilitasi pasca bencana. Relokasi warga diharapkan dapat segera dilaksanakan.
Upaya pemulihan ini memerlukan kerjasama yang efektif antara berbagai pihak untuk memulihkan keadaan masyarakat yang terkena dampak.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: