Longsor di kawasan Cisarua, Bandung Barat, merenggut enam nyawa dan mengancam keselamatan 111 warga lainnya.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Proses pencarian 84 orang yang masih hilang kini dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi.
Rincian Kejadian Longsor
Peristiwa longsor terjadi pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, peristiwa ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap warga setempat.
Sekitar 30 rumah tertimbun longsor, sehingga menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. "Hujan deras yang terjadi sebelumnya memicu terjadinya longsor ini," tambah Nur Awaludin Lubis.
Sampai saat ini, dari 111 warga yang terdampak, enam orang telah dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 21 orang lainnya berhasil diselamatkan dari material longsor.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Identifikasi Korban
Kepala Desa mencatat bahwa nama-nama korban yang meninggal antara lain Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Sebagian besar dari korban berasal dari daerah di kaki Gunung Burangrang, yang memang dikenal dengan risiko longsor tinggi.
Tim gabungan dari BASARNAS, TNI, dan relawan lokal masih melanjutkan proses identifikasi dan pencarian korban yang hilang. "Kami akan terus berupaya sampai semua warga yang hilang dapat ditemukan," tegas Nur Awaludin.
Warga yang selamat kini dirawat secara medis untuk memulihkan keadaan fisik dan emosional mereka setelah mengalami bencana ini.
Kegiatan Pencarian dan Tanggap Darurat
Sejak longsor terjadi, tim SAR telah diterjunkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Pencarian dilakukan dengan alat berat untuk mengangkat material longsor yang menimbun rumah warga.
Kepala Desa menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pencarian ini. "Kami memerlukan semua tenaga dan sumber daya yang ada untuk mendukung upaya pencarian ini," ujarnya.
Selain itu, bantuan dari pemerintah daerah berupa makanan dan kebutuhan dasar juga telah dikirimkan untuk membantu para pengungsi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban psikologis dan fisik bagi masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: