Bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane telah mengingatkan masyarakat akan status Siaga 3 akibat kenaikan debit air. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan bahwa ini merupakan prosedur standar untuk menghadapi potensi banjir.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
BPBD melakukan pemantauan intensif untuk memastikan keamanan warga di sekitar. Masyarakat diminta tetap tenang dan memperhatikan informasi resmi terkait situasi saat ini.
Tanda Kesiapsiagaan dari Bunyi Sirine
Mahdiar, perwakilan BPBD Kota Tangerang, menjelaskan bahwa bunyi sirine tersebut adalah tanda meningkatnya debit air. "Itu merupakan SOP yang menandakan adanya debit air yang naik," ujarnya.
Sirine diaktifkan sesuai procedur yang sudah ditentukan untuk memperingatkan masyarakat mengenai potensi banjir yang bisa terjadi. Ini bukan indikasi keadaan darurat, lebih kepada peringatan untuk kesiapsiagaan.
Dengan bunyi sirine tersebut, BPBD berharap masyarakat menjadi lebih sadar terhadap situasi yang mungkin berkembang, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Langkah Penanganan oleh BPBD
Menurut Mahdiar, pihak BPBD telah membuka tiga pintu di Pintu Air 10 untuk mengendalikan aliran air dari daerah hulu. Ini adalah langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi kenaikan debit air.
BPBD juga telah mengerahkan relawan dan petugas untuk memantau situasi di lapangan serta melakukan evakuasi warga di daerah yang rawan terdampak banjir. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko bagi masyarakat.
Mahdiar menambahkan, "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan."
Prediksi Cuaca dan Kesiapsiagaan
BPBD mengingatkan masyarakat mengenai potensi curah hujan yang masih tinggi, sehingga menjadi perhatian utama dalam situasi ini. Mahdiar menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan banjir.
"Kami akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat," tutur Mahdiar.
Informasi resmi dari BPBD adalah sumber yang paling dapat diandalkan untuk situasi saat ini. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan selalu waspada dan mengikuti update yang diberikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: