Proses pemeriksaan Black Box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan diharapkan memakan waktu antara lima hingga sepuluh hari. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, saat konferensi pers di Makassar.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Setelah Black Box diterima, langkah selanjutnya adalah membuka dan mengunduh data dari perangkat untuk dianalisis. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara akurat dan komprehensif.
Penerimaan dan Proses Analisis Black Box
Proses pengujian Black Box dimulai setelah Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Pur) Moh Syafi'i, menyerahkannya kepada KNKT. Pemeriksaan ini akan dilaksanakan di kantor KNKT, sebagai lokasi yang telah disiapkan untuk analisis data.
Prosedur awal mencakup pengunduhan data dari Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). CVR mencatat komunikasi di kokpit dan suara lain, sementara FDR menyimpan data penerbangan seperti kecepatan dan ketinggian yang sangat penting untuk investigasi.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Detail Tentang Black Box
Soerjanto menekankan bahwa meskipun perangkat ini disebut Black Box, warnanya sebenarnya jingga terang untuk memudahkan pencarian. Istilah 'black box' merujuk pada fakta bahwa data di dalamnya tidak dapat diakses tanpa melalui proses analisis.
CVR memiliki kapasitas untuk merekam empat kanal suara, mencakup komunikasi antara pilot dan Menara Lalu Lintas Udara (ATC), interaksi antar pilot, serta suara yang ada di dalam kokpit. FDR, di sisi lain, mencatat sekitar 88 parameter penerbangan yang diperlukan dalam analisis.
Tujuan dan Harapan dari Investigasi
Soerjanto menyampaikan bahwa tujuan utama investigasi adalah untuk mendapatkan 'lesson learned', atau pelajaran berharga dari insiden ini. Hal tersebut diperlukan untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.
KNKT berkomitmen untuk menerbitkan laporan lengkap yang tidak hanya mencakup hasil analisis, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk perbaikan yang berfokus pada keselamatan penerbangan. Dengan outcome yang berdasar pada data, diharapkan akan ada perbaikan signifikan dalam standar keselamatan penerbangan di Indonesia.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: