Di tengah misteri kosmos, terdapat dua entitas yang menjadi fokus utama penelitian para ilmuwan: Materi Gelap dan Energi Gelap.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Keduanya memiliki dampak signifikan terhadap struktur dan evolusi alam semesta, meski banyak aspek dari keduanya masih belum terpecahkan.
Apa Itu Materi Gelap?
Materi Gelap, yang dikenal sebagai Dark Matter, adalah komponen tak terlihat yang menyusun sekitar 27% dari total massa dan energi alam semesta.
Berbeda dengan materi biasa, Materi Gelap tidak memancarkan cahaya atau radiasi, sehingga keberadaannya sulit untuk ditangkap langsung.
Para ilmuwan menggunakan efek gravitasi yang ditimbulkannya terhadap benda langit lain, seperti galaksi, untuk menyimpulkan adanya Materi Gelap.
Observasi menunjukkan bahwa galaksi berputar dengan kecepatan lebih tinggi dari yang diprediksi, menunjuk pada jenis materi tambahan yang bertanggung jawab terhadap tarikan gravitasi tersebut.
Bagaimana Materi Gelap Bekerja?
Astronom mencatat bahwa kecepatan bintang di bagian luar galaksi lebih cepat dibandingkan yang diduga hanya berdasarkan materi yang terlihat.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Temuan ini mengindikasikan keberadaan Materi Gelap yang memberikan pengaruh tambahan pada gravitasinya.
Meski keberadaan Materi Gelap belum dapat terkonfirmasi secara langsung, banyak hipotesis beredar mengenai partikel kemungkinan penyebabnya, seperti WIMPs (Weakly Interacting Massive Particles).
Penelitian yang dilakukan terus berlanjut untuk tentunya menjawab pertanyaan mengenai sifat dan karakteristik dari Materi Gelap.
Apa Itu Energi Gelap?
Sementara itu, Energi Gelap berperan secara berlawanan dengan Materi Gelap; ia mempercepat ekspansi alam semesta.
Diperkirakan bahwa Energi Gelap menyusun sekitar 68% total energi pada alam semesta, namun banyak yang belum mengetahui sifat dan asalnya.
Pengamatan terhadap supernova dan radiasi latar kosmik mengungkap bahwa ekspansi alam semesta tidak hanya lambat, tetapi justru semakin cepat.
Hal ini menunjukkan bahwa Energi Gelap mungkin memiliki peran penting dalam evolusi keseluruhan alam semesta dari waktu ke waktu.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: