Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang merencanakan pembangunan sebuah bunker rahasia di bawah Gedung Putih untuk meningkatkan keamanan nasional.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Bunker ini akan menggantikan fasilitas sebelumnya yang dirobohkan dalam rangka renovasi besar-besaran dan diharapkan dapat menampung kebutuhan dalam keadaan darurat, termasuk ancaman nuklir.
Sejarah Bunker di Gedung Putih
Bunker bawah tanah di Gedung Putih pertama kali dibangun pada tahun 1941, atas perintah Presiden Franklin D. Roosevelt setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor.
Fasilitas tersebut didesain sebagai tempat perlindungan bagi Presiden AS dan staf senior dalam situasi darurat, termasuk serangan nuklir.
Selama lebih dari 80 tahun, bunker ini telah berfungsi sebagai pusat kendali utama, terutama saat peristiwa serangan teroris pada 11 September 2001.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Proses Pembangunan dan Keamanan Nasional
Saat ini, pembangunan bunker baru masih dalam tahap perencanaan dan diarahkan untuk dilengkapi dengan teknologi modern.
Joshua Fisher, Direktur Manajemen dan Administrasi Gedung Putih, mengungkapkan bahwa proyek ini melibatkan aspek yang sangat rahasia.
Fisher juga menegaskan bahwa penundaan dalam pembangunan fasilitas ini dapat mengancam keamanan nasional, sehingga pembongkaran fasilitas lama dilakukan sebelum proses persetujuan formal.
Tantangan Modern dan Kerahasiaan
Mantan agen Secret Service, Jonathan Wackrow, menyatakan bahwa fasilitas baru harus mampu bertahan dari berbagai ancaman, termasuk ledakan nuklir, dampak pesawat, serta ancaman kimia dan biologis.
Wackrow menekankan pentingnya kerahasiaan fasilitas ini agar tidak diketahui oleh pihak-pihak yang berpotensi menjadi musuh.
Rincian lebih lanjut tentang desain dan biaya pembangunan bunker baru ini kemungkinan besar akan tetap dirahasiakan, sesuai dengan pentingnya proyek ini untuk keamanan nasional.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: