Selasa, 20 JANUARI 2026 • 14:33 WIB

Waspada Penipuan di LinkedIn: Komentar Palsu yang Mengancam Pengguna

Author

Waspada Penipuan di LinkedIn: Komentar Palsu yang Mengancam Pengguna

Pengguna LinkedIn kini dihadapkan pada ancaman penipuan siber yang mengintai melalui komentar palsu pada unggahan mereka.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Komentar tersebut terlihat meyakinkan, seolah berasal dari pihak LinkedIn, dan mengarahkan pengguna ke tautan berbahaya.

Mekanisme Penipuan Melalui Komentar

Dalam beberapa pekan terakhir, ada lonjakan aktivitas yang mencurigakan dari akun-akun di LinkedIn yang memberikan komentar dengan pesan palsu. Komentar yang masuk ini mengklaim bahwa pengguna telah melanggar kebijakan, misalnya dengan menyatakan mereka 'melakukan aktivitas yang tidak sesuai' dan bahwa akun mereka telah 'dibatasi sementara'.

Pesan-pesan yang disebarkan ini bertujuan menakut-nakuti pengguna, mendorong mereka untuk mengklik tautan yang disertakan dalam komentar. Tautan ini sering kali menggunakan pemendek URL resmi LinkedIn, lnkd.in, sehingga membuatnya sulit untuk dibedakan antara tautan resmi dan tautan berbahaya.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Risiko Tautan Phishing

Beberapa tautan phishing yang diidentifikasi tampak mencurigakan, dengan domain yang tidak biasa seperti alfanumerik '.app'. Selain itu, ada juga komentar yang menyembunyikan tautan asli dengan menggunakan pemendek URL, sehingga penyamaran ini lebih sulit untuk dikenali tanpa klik terlebih dahulu.

Ketika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka sering kali dihadapkan pada halaman yang meminta verifikasi identitas atau informasi akun. Jika tidak berhati-hati, pengguna berisiko memberikan informasi sensitif kepada pihak yang tidak berwenang, yang sangat berbahaya bagi keamanan data pribadi mereka.

Tanggapan LinkedIn terhadap Ancaman ini

Pihak LinkedIn telah mengonfirmasi bahwa mereka menyadari adanya kampanye penipuan siber ini. Juru bicara LinkedIn mengklaim, 'Saya dapat memastikan bahwa kami menyadari aktivitas ini dan tim kami sedang bekerja untuk mengambil tindakan.'

LinkedIn juga menekankan bahwa mereka tidak akan mengirimkan komunikasi mengenai pelanggaran kebijakan melalui komentar publik. Pengguna pun dihimbau untuk melaporkan perilaku mencurigakan untuk membantu pihak LinkedIn dalam mengatasi isu ini.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU